Haru… Seorang Kakak Berjuang Menyelamatkan Adiknya yang Diseret Buaya

0
Haina Lisa Jose Habi (kiri) dihibur oleh ibunya di belakang ambulans setelah dia diserang oleh buaya di Filipina (DM)

Oleh: Nurcholis

Semaranginside.com, Palawan-Seorang remaja pemberani berjuang melawan buaya untuk menyelamatkan nyawa adik perempuannya setelah reptil itu mencoba menyeretnya keluar dari sebuah jembatan di Filipina.

Adalah Haina Lisa Jose Habi (12), yang tengah berjalan di atas bambu kecil, menyeberangi anak sungai bersama saudaranya Hashim (15), di Palawan,  Filipina selatan, Jumat (8/11) lalu.

Setelah saudara lelakinya mencapai pantai, buaya sepanjang 14 kaki melompat dari air menuju Haina dan berusaha menyerat kakinya.

Remaja itu berteriak sambil mempertahan diri, ketika menggigit betis kanannya berusaha ditarik ke dalam air, kutip Dailymail.

Haina dibawa ke rumah sakit di Palawan (DM)

Haina mengatakan dirinya sempat pingsan ketika buaya itu menarik-narik kakinya melalui celah di jembatan yang terbuat dari tangan itu.

Baca Juga:  Kuota CPNS Jateng 1.409, Ganjar: Itu Kurang!

Tetapi kakak laki-lakinya, dengan berani bergegas mendekat dan melemparkan batu ke arah binatang buas itu, lalu menarik adiknya menjauh dari buaya.

Haina menderita luka dalam di kaki kanannya dan dilarikan di RHU Balabac di Palawan untuk mendapatkan perawatan medis, dan kini dalam kondisi stabil, menurut laporan media setempat.

Menurut penyelidikan polisi, Haina mengira dia akan mati ketika buaya melompat ke arahnya.

“Buaya itu lebih besar dari saya. Saya sangat takut. Saya panik dan menangis. Saya melihat giginya dan di dalam mulutnya,” ujarnya dikutip Dailymail.

“Aku menjerit dan Hashim membantuku. Dia melemparkan batu ke buaya dan menarikku menjauh dari itu. Aku sangat menyayanginya. Dia telah menyelamatkan hidupku. “

Baca Juga:  Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun… Ibunda Aa Gym Meninggal Dunia

Hasyim berkata, “Aku menyeberangi jembatan lebih dahulu. Ketika aku melihat ke belakang, Aku pikir dia hanya terjatuh. Tapi kemudian aku melihat kepala buaya. Adik perempuan saya tergantung di jembatan, lalu saya meraihnya.”

Petugas saat ini sedang mencari binatang itu, yang mereka perkirakan panjangnya 14 kaki, dikhawatirkan akan menelan korban lagi.

Letnan Kolonel Socrates Faltado memperingatkan penduduk lain untuk lebih berhati-hati saat sungai dan aliran sungai.

“Buaya itu merupakan ancaman bagi penduduk. Gadis muda itu beruntung bisa melarikan diri berkat keberanian kakak laki-lakinya,” kata Faltado.

(CK/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of