Hoaks Politik dan Kesehatan Paling Mendominasi

0
Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito (kiri) dan Ketua MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho (kanan), Kantor BPOM, Jakarta, Senin (21/10). Foto: Anisa Tri K/Indonesiainside.id

Oleh: Anisa Tri K

Semaranginside.com, Jakarta – Penyebaran informasi publik di era digital saat ini, memudahkan masyarakat mendapatkan akses informasi tentang berbagai berita. Baik berita menenai pemerintahan, politik, bencana, hingga promosi produk. Namun tidak jarang masyarakat mendapatkan infromasi yang tidak benar atau hoaks.

Menurut data Kementrian Komunikasi dan Informatika, sepanjang Agustus 2018 – Februari 2019, hoaks terkait kesehatan menjadi salah satu hoaks tertinggi setelah hoaks politik.

“Sebagai badan pengawas obat dan makanan, kami memiliki kewajiban untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait infromasi yang benar. Selama tahun 2017-2018, kami telah menerbitkan setidaknya tiga jilid buku terkait klarifikasi hoaks obat dan makanan,” ujar Kepala Badan POM RI, Penny K Lukito pada Senin (21/10) di kantor Badan POM, Jakarta.

Baca Juga:  1.204 Kasus DBD dan 12 Meninggal

Untuk mencegah penyebaran infromasi hoaks terkait obat dan makanan di masyarakat, Badan POMbekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah (MAFINDO) berupaya untuk menyebarkan pemahaman literasi informasi kepada masyarakat. Kerja sama ini diawali dengan penandatanganan MOU kesepakatan bersama.

“Kerja sama ini merupakan upaya kami untuk mencegah berita hoaks di masyarakat, terutama terkait infromasi obat dan makanan,” pungkas Penny.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho melihat jika informasi hoaks tentang kesehatan, berdampak serius pada masyarakat. “Informasi di media sosial banyak yang tidak punya fakta ilmiah, tapi dipercaya masyarakat,” ujar Eko. Ia menuturkan jika saat ini pihaknya tengah berupaya untuk melakukan klarifikasi dengan cara respon time sesingkat mungkin.

Baca Juga:  Wisata Kesehatan Diujicobakan

Eko menilai jika saat ini infromasi literasi kesehatan masih terbatas pada kalangan tertentu saja. “Kami berharap nantinya akan lebih banyak disuksi publik terkait isu kesehatan, agar masyarakat memiliki sikap kritis akan informasi hoaks,” ujarnya.

Melalui kerjasama bersama Badan POM, MAFINDO sepakat untuk menyediakan jalur komunikasi yang akurat dan terpercaya, menyebarkan secara masif informasi yang benar terutama berita obat dan makanan kepada masyarakat. (PS/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of