Ikan Asin, Menutup Aib

0
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M. Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta – Selama dua pekan terakhir, viral seorang mantan suami mengobral aib mantan istrinya. Sang mantan suami mengatakan bawah mahkota mantan istrinya itu baunya seperti ikan asin. Video yang menyiarkannya menjadi viral dan kontroversi di masyarakat riuh-rendah tak terbendung.

Akhirnya, pihak mantan istri mengadukannya ke pihak kepolisian. Polisi bergerak cepat. Tiga orang yang terlibat dalam pembuatan dan penyebaran video tersebut ditangkap polisi.

Aib, secara bahasa, punya makna kekurangan yang dipunyai oleh seseorang. Aib adalah sesuatu yang mesti ditutupi. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang menutupi aib saudaranya, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan siapa mengumbar aib saudaranya, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.” (HR. Imam Ibnu Majah)

Baca Juga:  Viral Lagu Ikan Asin, Apaan Sih?

Di jaman Nabi, seusai shalat Ashar di masjid Quba, seorang sahabat mengundang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersama rombongan singgah ke rumahnya. Si tuan rumah telah menyiapkan hidangan berupa daging unta panggang.  Sewaktu makan bersama, tiba-tiba tercium bau tak sedap. Rupanya ada yang bocor, seseorang membuang anginya. Para tamu saling menoleh. Meski tidak berkomentar, raut wajah Rasul sedikit berubah. Ketika waktu shalat maghrib hampir tiba, sebelum masuk masjid, Rasul bersabda, “Siapa yang makan daging unta,  hendaklah ia berwudhu.” Perintah ini diikuti oleh para sahabat. Dengan semua orang yang makan daging unta tadi berwudhu, maka aib orang yang buang angin tadi, tertutupi.

Baca Juga:  Viral Lagu Ikan Asin, Apaan Sih?

Coba bayangkan, jika Rasul tidak menyuruh semua berwudhu, maka aib orang yang buang angin itu akan terungkap. Bisa jadi akan menimbulkan fitnah dan keonaran. Aib itu akan membuat malu si empunya bila diketahui oleh orang lain. Apalagi jika digembar-gemborkan. Itulah adab Islami, menjaga nama baik seseorang.

Karena itu, tutuplah aib saudaramu. Rasul bersabda, “Siapa melihat aurat (aib orang lain) lalu menutupinya, maka ia seakan-akan menghidupkan bayi yang dikubur hidup-hidup.” (HR. Imam Abu Daud).

Saudaraku, tutupilah aib saudaramu, agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menutup aibmu, baik di dunia maupun di akhirat. (HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of