India Keluarkan Surat Penangkapan pada Zakir Naik

0
Zakir Naik. Foto: Istimewa

Oleh: Nurcholis

Semaranginside.com, Mumbai – Pengadilan khusus di India mengeluarkan surat penangkapan pada pendakwah Zakir Naik.  Surat perintah itu dikeluarkan oleh hakim pengadilan PMLA, PP Rajvaidya atas permintaan yang diajukan pihak Direktorat Penegakan (ED) yang menyelidiki kasus ini.

Pekan lalu, melalui pengacaranya, Dr Zakir mengajukan banding meminta dua bulan untuk muncul di pengadilan. Namun, bandingnya ditolak. Pada hari Senin, ED mengajukan banding baru untuk NBW.

ED mengklaim telah mengidentifikasi uang senilar INR193 (sekitar Rp 40 M) dalam bentuk tunai, dimana India menuduhnya dengan dugaan pencucian uang.

Pada tahun 2016, ED menggugat Dr Zakir berdasarkan laporan yang diajukan oleh Badan Investigasi Nasional (NIA) di bawah Undang-Undang Pencegahan Aktivitas Ilegal (UAPA).

Jaksa menuduh pakar bidang perbandingan agama ini melakukan pencucian uang dan hansutan ekstrimisme melalui ceramahnya.

Pada Juli tahun ini, pengadilan mengeluarkan gugatan terhadap Zakir Naik setelah mempertimbangkan keluhan yang diajukan oleh ED terhadap pedagang perhiasan yang berbasis di Dubai Abdul Kadir Najmudin Sathak karena diduga membantu penggugat untuk mengumpulkan dan menggelapkan dana.

Baca Juga:  Cegah Mencontek saat Ujian, Sekolah India Suruh Siswa Pakai Kardus di Kepala

Badan tersebut sebelumnya menyita properti milik Dr Zakir, termasuk Sekolah Islam Internasional di Chennai, 10 flat, tiga gudang, dua bangunan dan tanah di Pune dan Mumbai, di samping rekening bank.

Dr Zakir, 53, adalah pembicara TV populer yang meninggalkan India pada 2016. Serangkaian jeratan hukum terhadap tokoh yang mendapat penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) tahun 2015 dari pemerintah Saudi atas kiprahnya dalam berdakwah ini dinilai lebih banyak faktor politis.

Ceramah dan siaran dakwahnya yang sering membuat banyak orang akhirnya menemukan Islam  ‘mencemaskan’ pemerintah nasionalis Hindu.

Zakir terus ‘diburu’ setelah salah satu pelaku penyerangan Dhaka yang menewaskan 22 orang dikaitkan dengan namanya.

Baca Juga:  Zakir Naik Tur di Kelantan, Tanda Malaysia Tolak Ekstradisi India

Bangladesh merespons dengan melarang Peace TV, saluran TV milik Zakir Naik yang dibuat tahun 2006 dan telah ditonton ratusan juta orang di seluruh dunia.

Zakir membantah dirinya mendukung kekerasan. “Membunuh orang berdosa merupakan dosa kedua terbesar bagi Islam,” ujarnya dikutip Al Jazeera.

Badan Kontraterorisme India (NIA) bulan November 2016 bahkan mengajukan laporan menyudutkan, dengan menyebut Islamic Research Foundation (IRF), yang didirikannya, terlibat pelanggaran hukum, mempromosikan kebencian agama dan semua aktifitasnya dilarang berdasarkan UU Antiteror.

“Kita memiliki bukti nyata bahwa larangan ini tak hanya ilegal tapi juga tak adil,” ujar pengacara Naik Zaik, Mubeen Solkar.

Direktorat Penindakan India menjerat IRF melakukan tindakan pencucian uang.
Zakir Naik meninggalkan India dan kini menjadi penduduk tetap dan mendapat perlindungan pemerintah Malaysia. (CK/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of