Jadi Tersangka, Sekda Papua Minta Maaf atas Penganiayaan Petugas KPK

0
Sekda Papua, Hery Dosinaen, tiba untuk diperiksa, di Gedung Dirkrimum Polda Metro Jaya, Jakarta. Foto: Antara

Oleh: Azhar A Pawennay |

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah menaikkan status Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua, TEA Hery Dosinaen dari saksi menjadi tersangka. Usai diperiksa sebagai tersangka, Dosinaen mengakui perbuatannya dan meminta maaf.

semaranginside.com, Jakarta — Dia diperiksa kasus penganiayaan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hingga pukul 23.00 WIB, Senin (18/2).

Dosinaen menyesali perbuatannya atas insiden penganiayaan itu dan mengaku emosi sesaat. “Kami tadi di-BAP tentang status saya sebagai tersangka. Untuk itu, secara pribadi maupun kedinasan dan atas nama pemerintah Provinsi Papua, atas emosional sesaat, refleks yang terjadi mengenai salah satu pegawai KPK di Hotel Borobudur, saya memohon maaf pada pimpinan KPK dan segenap jajarannya,” katanya.

Baca Juga:  Mbah Moen Wafat, Putranya Ungkap Kesedihan di Instagram

Dia mengatakan, mereka akan terus bekerja sama dengan KPK terkait pencegahan korupsi di Papua yang sudah terjalin sejak 2016. Dia berharap insiden penganiayaan kepada petugas KPK tidak memutus kerja sama yang sudah terjalin dengan pihak KPK.

“Kami selama ini kerja sama didampingi KPK dalam rencana aksi pencegahan korupsi di Provinsi Papua sejak 2016. Kerja sama ini tetap terjalin agar semua pemerintahan menjadi baik dan terarah sesuai ketentuan,” katanya.

Diketahui, kasus penganiayaan itu terungkap setelah salah satu penyelidik KPK bernama Gilang Wicaksono resmi membuat laporan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2). Aksi penganiayaan itu terjadi saat dia dan penyelidik lain KPK, Indra, mengintai Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Baca Juga:  Pembangunan Tol Laut Semarang-Demak, Dewan Desak Pelestarian Ekosistem

Saat itu, Lukas Enembe rapat bersama ketua DPRD Papua, anggota DPRD Papua, Dosinaen, dan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu malam (2/2). Kedua penyelidik KPK itu mendapat tugas untuk menelusuri dugaan korupsi anggaran di Papua.

Buntut pelaporan itu, Pemerintah Provinsi Papua melapor balik penyelidik KPK ke Polda Metro Jaya terkait kasus pencemaran nama baik dan fitnah melalui media elektronik. (Aza/Ant)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of