Jaksa KPK Tuntut Taufik Kurniawan 8 Tahun Penjara dan Denda Rp 200 Juta

0
Taufik Kurniawan pada saat sidang dakwaan di Tipikor Semarang. Foto: istimewa

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Jaksa KPK menuntut mantan Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan dengan hukuman delapan tahun penjara. Jaksa menilai, taufik terbukti bersalah dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Purbalingga dan Kebumen, dari APBN tahun 2016 dan 2017.

Selain pidana kurungan, Jaksa juga menuntut Politikus PAN tersebut dengan denda sebesar Rp 200 juta subsider penjara 6 bulan.

Saat membacakan tuntutan di pengadilan Tipikor Semarang, Senin (24/6), Jaksa KPK Joko Hermawan menyebutkan terdakwa bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang Nomor 31 tahin 1999 sebagaimana diubah dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Baca Juga:  Sheikh Hasina Memenangkan Pemilu Bangladesh

“Terdakwa tebukti bersalah melanggar Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Joko dalam persidangan yang dimpimpin oleh ketua Majlis Hakim Antonius Widijantono.

Dalam tuntutan pembayaran denda, lanjut Joko, lantaran jaksa mempertimbangkan tindakan terdakwa yang menerima fee untuk pengurusan DAK dua kabupaten tersebut dengan total fee Rp 4,85 miliar.

Suap dan gratifikasi tersebut berasal dari Bupati Kebumen Yahya Fuad atas pengurusan DAK untuk Kebumen yang bersumber dari perubahan APBN 2016 sebesar Rp 3,65 miliar. Ditambah fee dari Bupati Purbalingga Tasdi Rp 1,2 miliar yang bersumber dari perubahan APBN 2017.

Baca Juga:  Din: Cintailah Capresmu Sedang-sedang Saja

Usai pembacaan tuntutan, Majlis Hakim memberikan waktu sepekan pada terdakwa dan kuasa hukumnya untuk menyampaikan pembelaan. Sidang akan dilanjutkan pada Senin 1 Juli mendatang. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of