Jalan Singosari Raya Jadi Sentra Kuliner

0

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Jalan Singosari Raya berkembang menjadi sentra kuliner di Kota Semarang. Di area tersebut tumbuh beberapa tempat mulai dari warung hingga kafe yang seolah tak pernah sepi pengunjung. Sayangnya, minimnya area parkir membuat jalan di kawasan tersebut kerap tersendat.

Sepanjang Jalan Singosari Raya, terutama cabang dari Jalan Sriwijaya hingga perempatan RS Roemani memang kerap dikunjungi masyarakat. Selain jadi salah satu jalan yang menghubungkan beberapa tempat strategis, kawasan itu juga banyak dilalui karena beberapa tempat kuliner yang berdiri. Banyak tawaran yang bisa dipilih masyarakat dan terbuka untuk berbagai kalangan.

Salah satu warung yang bisa disebut legendaris di sana adalah Warung Si Kembar. Warung tersebut berada di sudut gang Singosari VII. Warung yang buka dari pagi hingga sore itu menawarkan makanan dalam bentuk prasmanan.

Baca Juga:  Teater Lingkar Tunjukkan Kematangan

Sementara di ujung sebelum pertigaan Jalan Sriwijaya, ada juga warung seafood Bu Endang. Warung ini menyajikan berbagai masakan hasil laut dengan harga terjangkau. Tak heran, tempat itu selalu ramai.

Sementara itu, salah satu kafe yang lebih dulu beralamat di Jalan Singosari Raya adalah Pelangi. Tempat itu juga ternama karena chiffon cake-nya. Kafenya menawarkan berbagai menu yang juga lezat.

Sederet dengan Pelangi, ada beberapa tempat kuliner lain seperti Kedai Gula Jawa, Warung Steak and Shake, Warung Penang, Kafe Positif, Pullens, hingga Sup Kepala Ikan Pak Untung. Pullens sepertinya layak mendapat apresiasi karena mereka menyediakan lahan parkir sendiri yang cukup luas di seberang rumah makan itu.

Berseberangan dengan deretan tersebut, ada juga beberapa tempat kuliner dengan menu spesifik seperti ramen, burger, dan juga es krim ala Italia di Mondo Gelato. Ada juga Lot 28 yang terkenal karena kopi dan ragam menu di bar.

Baca Juga:  "Ubud Writers Festival" di Semarang?

Deretan warung dan kafe itu juga masih ditunjang dengan beberapa warung tenda. Meski berjualan di tepian jalan, warung-warung tersebut juga ramai dan buka dari sore hingga tengah malam. Mereka ikut menghidupkan denyut kawasan tersebut.

Jadi bisa saja Jalan Singosari ini disebut one stop service culinary. Sebab, pengujung bisa memilih menu untuk dinikmati di tempat mulai dari pembuka hingga penutup serta untuk dibawa pulang. Nah, tunggu apa lagi. Bagi yang belum pernah, segera berkunjung ke sana. Bagi yang sudah, ayo datang lagi. Selamat berkuliner di Singosari Raya! (nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of