Jateng Bakal Gelar Kongres Sampah Tingkat Nasional

0
Ilustrasi. Sampah menumpuk di sudut pasar. Foto: Antara

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menggelar Kongres Sampah pads Sabtu-Minggu (12-13/10) di Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang.

Kongres sampah yang digagas Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan pertama kali di Indonesia itu menjadi komitmen Pemprov Jateng untuk mengendalikan sampah yang sudah masuk kategori darurat.

“Kami ingin mencari solusi dalam penanganan sampah. Baik dari sisi hulu sampai hilir, semua persoalan harus dikaji dan ditemukan solusinya,” kata Putut Yulianto, Panitia Kongres Sampah, Minggu (6/10).

Selain itu, Kongres Sampah juga diharapkan menghasilkan peta dan praktek yang baik bagi pengelolaan sampah, meningkatkan SDM terkait pengelolaan sampah serta aktivasi bank sampah. Ada tiga rangkaian agenda dalam Kongres Sampah. Prakongres meliputi diskusi-diskusi dengan pakar, pelaksanaan event dan pasca event.

Baca Juga:  Tarif Bus Trans Jateng Naik, Pemprov Alokasikan Subsidi

Kongres Sampah melibatkan sedikitnya 1.500 orang dari seluruh provinsi di Indonesia. Terdiri dari aktivis sampah, pemerintah dari daerah sampai pusat hingga para akademisi dan akan jadi agenda tahunan dan menghasilkan perkembangan pengelolaan sampah yang signifikan.

“Problem sampah adalah problem menurunnya solidaritas sosial. Pengetahuan dan nilai-nilai budaya perlu ditanamkan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. Makanya semua pihak kita gandeng,” ujarnya.

Para pegiat sampah pun mengapresiasi langkah Ganjar yang menggelar kongres sampah sebagai upaya penanggulangan sampah di Jawa Tengah. Namun mereka berharap, kongres tersebut dapat menghasilkan langkah kongkret dalam upaya pengurangan sampah di masyarakat.

Baca Juga:  11 Jabatan Kepala Dinas/Badan di Pemprov Jateng Dilelang, Berminat?

“Minimal, kongres sampah nanti dapat menghasilkan kebijakan dalam rangka merubah perilaku masyarakat tentang sampah. Tidak perlu bicara jauh-jauh dahulu, karena problem sampah sebenarnya ada pada perilaku masyarakat,” kata Pegiat Bank Sampah Alam Pesona Lestari Semarang, Sri Ismiyati.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of