Jateng Sumbang Separuh Nilai Ekspor Sarang Burung Walet Nasional

0
Karyawan PT Waleta Asia Jaya, Kota Salatiga memisahkan sarang walet. Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Total ekspor sarang burung walet (SBW) Jawa Tengah pada periode Januari hingga September 2019 tercatat 38 ton senilai Rp 1,06 triliun. Jumlah itu hampir 50 persen dari capaian nilai ekonomi SBW nasional yang mencapai Rp 2,2 triliun.

Kepala Karantina Pertanian Semarang, Wawan Sutian menyebutkan angka tersebut berdasarkan data dari sistem otomasi Barantan IQFAST di wilayah kerjanya yang juga mencatat terdapat 56 eksportir walet dengan 31 rumah walet.

“Untuk eksportasi sarang walet khusus ke Cina memiliki persyaratan teknis di antaranya berasal dari rumah walet dan prosesing yang teregistrasi di Barantan dan General Administration of Customs of the People’s Republic of China (GACC),” paparnya, Rabu (9/10).

Baca Juga:  Eksportir Jateng Berharap Ada Penerbangan Semarang - Tiongkok

Selain itu, produk harus sudah dipanaskan dengan suhu inti produk tidak boleh dibawah 70 derajat celcius selama 3,5 detik guna mematikan virus AI dan mikroba patogen lainnya. Selain itu kadar nitrit produk juga tidak boleh lebih dari 30 ppm dan harus ada jaminan ketelusuran hingga ke rumah walet.

Dari total rumah proses walet yang sudah diregristrasi, saat ini secara nasional Barantan sedang memproses 10 rumah proses walet lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil menegaskan SBW yang diekspor berasal dari rumah walet yang sudah teregistrasi. Bukan berasal dari gua, karena selain tidak mencukupi jumlahnya dalam skala industri, SBW asal gua juga tidak memenuhi persyaratan ketelusuran (traceability).

Baca Juga:  El Nino Ancam Produksi Karet Anjlok 30%

“Dengan potensi yang besar, Jawa Tengah merupakan sentra, tidak saja rumah walet tapi juga industrinya,” ujar Jamil saat melepas ekspor SBW sebanyak 224,15 kg senilai total Rp 5,3 miliar milik PT Waleta Asia Jaya, Salatiga.

Pada 2015 lalu, pasar tujuan utama sarang burung walet (SBW) asal Indonesia ke Cina sempat ditutup. Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian mencatat data lalu lintas eksportasi SBW menunjukan tren peningkatan yang signifikan. Pada 2018 lalu, ekportasi SBW tercatat sebanyak 1,2 ribu ton dengan nilai ekonomi Rp 3,6 triliun.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of