Jejak Kontroversial Andi Arief, Dari Jenderal Kardus Hingga Narkoba

0
Politisi Demokrat Andi Arief meringkuk di tahanan. Foto: Istimewa

Oleh: Suandri Ansah |

Jejak perlawanan Andi Arief, dimulai sejak mahasiswa. Politisi Demokrat ini banyak berseteru dengan politisi lainnya, hingga terjatuh karena dugaan narkoba.

Semaranginside.com, Jakarta — Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat (PD) Andi Arief ditangkap tim Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Dia diduga mengonsumsi barang haram tersebut di Hotel Peninsula, Jakarta Barat.

Kabareskrim Polri Idham Azis membenarkan hal tersebut, “Ya benar,” kata Idham, Senin (4/3). Demokrat dibuat gempar atas penangkapan Andi. Saking kagetnya, mereka merasa seperti mendengar petir di siang bolong.

Nama Andi Arief di kancah perpolitikan tanah air bukanlah politisi kemarin sore. Namanya dibesarkan pada era reformasi

Hasrat politiknya dimulai sejak dia duduk di Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Dia menekuni Ilmu Pemerintahan di FISIP UGM dan tamat tahun 1996. Menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa FISIP UGM tahun 1994.

Sejak kuliah Andi bergabung dalam kelompok Tegak Lima dan Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID). Dia menjadi ketua SMID tahun 1996. Kelak, SMID menjadi salah satu organisasi yang melahirkan Partai Rakyat Demokratik (PRD).

Di eranya, SMID dikenal aktif menggalang perlawanan terhadap Presiden Soeharto. Andi Arief juga aktif di Oposisi Indonesia (Opsi) tahun 1996. Menjadi presidium Pusat Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) tahun 1996.

Baca Juga:  Gugatan Terkait HTI, Rektor Undip Dituding Tak Paham UU ASN

Andi bersama Nezar Patria dan Faisol Reza aktif memobilisasi berbagai aksi demonstrasi di Pulau Jawa, hingga era reformasi.

Andi Arief (kiri) dirangkul Prabowo Subianto setelah heboh cuitan “Jenderal Kardus”. Foto: CNN Indonesia

Perdebatan sesama Eks-PRD, Jenderal Kardus, Hoaks 7 Kontainer
Sejak berada di gerbong Demokrat, pria kelahiran 1970 ini masih senang mengkritisi kekuasaan. Saking semangatnya, kekritisannya tak jarang off-side dan menjadi kontroversi. Jika ada yang mencubit partai atau ketua umum partainya, Andi tak segan melawannya.

Di tahun 2015, Andi sempat bersitegang dengan Budiman Sudjatmiko, eks PRD yang melabuhkan karir politiknya di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) lewat perang twitter. Debat panas diduga karena saling sindir soal soal kisruh pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT).

Saat menjabat staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Andi Arief bersitegang dengan Fahri Hamzah yang mengkritik SBY terkait kasus Century. Lagi-lagi di Twitter.

Saat gonjang-ganjing bursa Cawapres yang mendampingi Ketum Gerindra, Prabowo Subianto maju di Pilpres 2019, Andi pernah mencuit soal “Mahar Rp500 Miliar” yang diberikan Sandiaga Uno kepada partai koalisi Prabowo; PKS, PAN, dan Gerindra.

Baca Juga:  Timnas Keok Lagi, Suporter Teriakkan Simon Out

Cuitan ini sempat membuat hubungan Demokrat dan ketiga partai itu menghangat. Andi juga menembak Prabowo dengan sebutan “Jenderal Kardus”. Ungkapan itu terkait rencana pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapres Prabowo.

Namun hal itu tidak terjadi. Andi Arief lalu menuding Prabowo melakukan transaksional yang tidak diketahui oleh Partai Demokrat. Andi menuding Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno memberikan mahar sebagaimana dituliskan di atas.

Seperti bukan Andi kalau tidak ada kontroversi, dia kembali membuat gempar setelah berkicau di Twitter terkait isu 7 kontainer surat suara Pemilu 2019 yang telah tercoblos.

Cuitan ini membuat sejumlah Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Rabu (2/1) malam mendadak datang ke Kantor Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, akhirnya, KPU dan Bawaslu memastikan kabar tersebut adalah bohong.

Sampai akhirnya, Andi ditangkap pada Ahad (3/3) malam di Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat karena diduga mengonsumsi Narkoba. Penangkapan dilakukan tim dari Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri. Begitulah Andi, kontroversinya tiada henti. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of