Jelang Penutupan Lokalisasi, WPS Sunan Kuning Buka Rekening “Pesangon”

0
WPS Lokalisasi Sunan Kuning mulai membuat rekening sebagai syarat menerima tali asih. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Menjelang rencana penutupan dua lokalisasi di Kota Semarang, Lokalisasi Sunan Kuning dibantu Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang mulai melakukan pembuatan rekening bagi para wanita pekerja seks (WPS). Hal tersebut dilakukan karena dalam pembagian tali asih tidak akan menggunakan uang tunai, melainkan langsung masuk ke dalam rekening.

Kasi Tuna Sosial dan Perdagangan Orang (TSPO) Dinsos Kota Semarang, Anggie Ardhitia mengatakan, kegiatan pembukaan rekening dilakukan oleh para WPS yang terverifikasi dan tervalidasi oleh Dinsos Kota Semarang, yaitu sebanyak 355 WPS.

Dinsos mendata para WPS berdasarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang disertai KTP. Meskipun masih terdapat perbedaan data, Dinsos tetap berpegang pada data yang ada sudah dikantonginya.

Baca Juga:  Mimpi Bocah Korban Gempa Palu Ketemu Riyad Mahrez Akhirnya Terwujud

“Kami tidak bisa hanya dengan KTA saja. Kami harus data orang yang benar-benar ada beserta KTPnya. Pada saat pembukaan rekening bank orangnya kan juga harus hadir. Hal ini agar dana tepat sasaran dan minim penyelewengan,” jelasnya, Selasa (13/8).

Dalam waktu dekat, rencananya Dinsos Kota Semarang akan mengumpulkan seluruh WPS dan akan kembali dilakukan verifikasi dan validasi data agar dana tali asih yang telah disiapkan benar-benar tepat sasaran.

Hingga saat ini, Anggie menyebutkan persiapan penutupan sampai saat ini sudah mencapai 80 persen, mengaca pada rencana penutupan oleh Wali Kota Semarang pada akhir Agustus 2019 mendatang. Jadwal penutupan tersebut mundur dari rencana awal, yaitu 15 Agustus 2019 karena proses pencairan tali asih dari Kemensos dan APBD.

Baca Juga:  Jalan-Jalan Mulai Padat, Arus Mudik Telah Dimulai

Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi mengatakan, data yang dimiliki sebanyak 475 WPS merupakan data valid karena memiliki KTA, KTP dan surat keterangan dari RW. Dia meminta Dinsos Kota Semarang agar melakukan verifikasi dan validasi ulang agar para WPS mendapatkan haknya.

“Saya akan tetap usahakan agar semua menerima tali asih. Sejumlah 475 WPS dari data kami itu semua ada orangnya,” pungkasnya. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of