Jika Ada Keluarga yang Wafat, Lunasi Tiga Hal

0
Ilustrasi meninggal. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta – Tatkala ada ada kerabat kita yang wafat, maka kewajiban kifayah yang dilakukan oleh umat Islam adalah: memandikan, mengkafani, menshalati, dan menguburkannya. Itu kewajiban syar’i untuk umat Islam secara umum. Tetapi, bagi keluarga yang ditinggalkan, apakah itu istri, suami, anak-anak, atau saudara, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar almarhum/almarhumah tidak mengalami hambatan dalam “perjalanan” menuju Ilahi. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dan dilunasi oleh ahli warisnya.

Pertama, Melunasi hutang

Yang perlu diselesaikan untuk pertamakalinya adalah hutang-piutang almarhum/almarhumah. Hal ini sesuai dengan sabda beliau yang dinarasikan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dihadirkan seorang mayit yang masih memiliki utang, kemudian beliau bertanya, “Apakah orang ini memiliki uang untuk melunasi hutangnya?” Jika diberitahu bahwa dia bisa melunasinya, maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam akan menshalatkannya. Namun jika tidak, beliau memerintahkan, “Kalian shalatkan saja orang ini.”

Baca Juga:  Kata "Kafir" untuk Memproteksi Invasi Ideologi

Karena itu, bagi kerabat dan keluarga si mayit, wajib untuk menyelesaikan hutang-piutang ini. Jika kerabat dan keluarga korban tidak sanggup menyelesaikan, maka tugas komunitas untuk menyelesaikannya.

Kedua, Membayar hutang puasa

Jika si mayit punya hutang puasa, ahli warisnya yang akan mengganti puasanya. Hal ini berdasarkan hadits dari ‘Aisyah, “Barangsiapa yang wafat dalam keadaan masih memiliki kewajiban puasa, maka ahli warisnya yang nanti akan mempuasakannya.“ (HR. Imam Bukhari: 1952 dan Imam Muslim: 1147)

Baca Juga:  Menggapai Shalat Khusyu Lewat "Jalan Cinta Para Mualaf"

Ketiga, Menunaikan nadzar

Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiyallahu ‘anhu pernah meminta nasihat pada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dia mengatakan, “Sesungguhnya ibuku telah meninggal dunia namun dia memiliki nadzar (yang belum ditunaikan).” Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu mengatakan, “Tunaikanlah nadzar ibumu.” (HR. Imam Bukhari: 2761 dan Imam Muslim: 1638)

Itulah tiga hal yang perlu diperhatikan ketika ada kerabat yang wafat. Dengan tiga hal tersebut, jika dilaksanakan segera, akan memperlancar almarhum/almarhumah menuju Ilahi. (HMJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of