Jokowi Banyak Mengulang Kata, Ma’ruf Irit Bicara

0
Pasangan capres-cawapres Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Foto: Antara

Oleh : Suandri Ansah |

Tranksripsi debat capres disusun susun secara kronologis dan diidentifikasi menggunakan speaker identification

Semaranginside.com, Jakarta — Debat Calon Presiden dan Wakil Presiden Pilpres 2019 putaran pertama usai malam kemarin, Kamis (17/1). Mengusung tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme, para pasangan calon (paslon) dibedah gagasannya.

Pelaksanaan debat calon presiden dan calon wakil presiden 2019 dipandu oleh moderator yaitu Imam Priyono dan Ira koesno. Dalam debat kali ini, masing-masing kandidat capres memiliki waktu untuk menyampaikan visi, misi dan tanggapan dalam debat.

Sekitar 15 menit usai debat, Bahasa Kita, sebuah platform transkripsi suara menjadi teks merilis laporannya. Mereka menggunakan Notula Rapat untuk membuat transkripsi otomatis dari jalannya debat.

Kemudian dikontrol dengan cermat untuk membuat transkrip lengkap debat kandidat kata per kata yang terucap dari tiap-tiap kandidat yang kemudian dibedah serta dianalisis secara teks dan konten oleh feature Analytic.

Baca Juga:  Jubir Prabowo-Sandi: Jokowi Impor Gandum Besar-Besaran

Direktur PT Bahasa Kita, Oskar Riandi menjelaskan, tranksripsi debat capres disusun susun secara kronologis lengkap dengan voiceID yang diidentifikasi secara otomatis menggunakan speaker identification.

Bahasa Kita memaparkan ada 5.049 kata yang terucap dari kedua paslon selama debat berlangsung. Dari sebaran kata tersebut diketahui bahwa cawapres nomor urut 01, Ma’ruf Amin menjadi kandidiat yang paling irit bicara dengan angka 2,6 persen.

Sementara Sandiaga Uno, cawapres 02 sebanyak 15,3 persen. Capres 01, Joko Widodo mendominasi percakapan dengan 42,7 persen, dan lawannya Prabowo Subianto 39,5 persen.

Berdasar kategori, distribusi kata kunci hukum, korupsi, dan ham, Joko Widodo memiliki angka tertinggi soal isu korupsi dengan angka 31, Prabowo 18, Sandiaga 2 dan Ma’ruf Amin 1.

Baca Juga:  Misi Kominfo Bawa RI Jadi Energi Digital Asia

Berdasar kata unik, Joko Widodo unggul dengan 628 kata selisih 24 kata dengan Prabowo Subianto (604). Sementara Sandiaga mengucapkan 308 kata unik, Ma’ruf Amin senyap dengan 91 kata.

Sepanjang debat berlangsung Joko Widodo menjadi kandidat yang paling banyak mengulang kata-kata sebanyak 71 kali. Prabowo Subianto mengulang kata yang sama 66 kali, Sandiaga Uno 28 kali, dan Ma’ruf Amin nol.

Kata hukum menjadi kata yang paling banyak diucapkan seluruh kandidiat, kecuali Ma’ruf Amin. Menurut sebaran kata Wordcloud, Ma’ruf banyak mengucapkan kata laku, disabilitas dan terorisme.

PT Bahasa Kita, merupakan perusahaan teknologi yang bergerak dibidang teknologi suara khusus di bahasa Indonesia seperti pengenalan suara, biometrik suara, sintesis suara, identifikasi suara, dan pemrosesan bahasa natural (NLP). (Kbb/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of