Jokowi Minta Tak Tanyakan Lagi Kasus Novel

0

Oleh : Muhajir |

Semaranginside.com, Bogor – Dua tahun, penyelesaian kasus penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel baswedan tak juga menemukan titik terang. Saat ditanya perihal sejauh mana perkembanganya, Presiden Jokowi menyerahkannya pada tim gabungan bentukan Polri.

Menurutnya tim gabunganlah yang mengetahui perkembangannya seperti apa. Maka pertanyaan sudah sepatutnya ditayakan ke mereka.

“Jangan dikembalikan ke saya lagi. Apa gunanya sudah dibentuk tim gabungan seperti itu. Tanyakan ke mereka. Kejar mereka, hasilnya seperti apa,” kata Jokowi di Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/4).

Baca Juga:  Tips Olahan Daging Kurban

Kamis (11/4) kemarin, dua tahun berjalan kasus teror air keras atas Novel usai salat subuh, namun hingga kini pelaku dan dalang penyerangannya belum juga berhasil diungkap. Jokowi beberapa kali didesak oleh aktivis untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Namun dalam sejumlah kesempatan, Jokowi menyatakan belum berencana membentuk TGPF karena masih menunggu hasil kinerja Polri dalam mengusut kasus tersebut. Belakangan, Polri membentuk tim gabungan yang terdiri dari penyidik kepolisian, KPK, dan beberapa ahli hukum.

Baca Juga:  Ini Tujuh Poin Revisi UU KPK

Sebelumnya,aktivis hak asasi manusia, Haris Azhar menyebut keadilan yang tidak didapat Novel Baswedan itu memberi peluang besar bagi masyarakat untuk mempertanyakan kualitas penegakan hukum di era Jokowi, pantas untuk melanjutkan atau tidak.

“Bukan hanya kasus novel, kasus Munir dan kasus lain juga begitu. Itu satu momentum untuk orang akumulatif mempertanyakan hal-hal yang harusnya diselesaikan oleh negara,” katanya. (EPJ/Ags/INI-network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of