KAI Programkan 1 Desa 1 Advokat

0
Gubernur Ganjar Pranowo menerima Pengurus DPD Kongres Advokat Indonesia Jateng dlm rangka penyampaian hasil Musda DPD Kongres Advokat Indonesia di Ruang Kerja Gub. Jumat (13/9). Foto: Istimewa

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jateng membuat program satu desa satu advokat. Tujuan meminimalisir terjadinya kasus hukum di masyarakat.

Ketua DPD KAI Jateng Theo Wahyu Winarto menjelaskan, kalaupun terjadi masalah hukum maka masyarakat bisa menyelesaikanya sendiri. Misalnya terjadi kasus perceraian, masyarakat tidak perlu ke pengadilan, tetapi bisa berupaya untuk mendamaikan.

“Soal anggaran, kita luwes saja. Wacananya dari kita sendiri. Meski ada dana desa, kalau tidak ada pos untuk mendukung, ya tidak masalah. Tidak diberi tidak apa-apa,” katanya, Jumat (13/9).

Untuk menyiapkan program itu, pihaknya akan menggelar workshop terlebih dahulu untuk menemukan formulasi yang tepat. Desa-desa di Kabupaten Klaten akan menjadi project pertama, selain karena jumlah desanya, advokat disana juga banyak.

Baca Juga:  Distribusi Daging Kurban Pun Alami Kesenjangan

Sementara itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendukung dan mendorong Kongres Advokat Indonesia (KAI) khususnya untuk segera menjalankan program “Satu Desa Satu Advokat”.

“Kalau KAI punya program yang baik seperti ini, satu desa satu advokat, langsung jalan saja. Nanti yang langsung menguji rakyat. Ini artinya, KAI Jateng sangat pro aktif. Harapannya, agar masyarakat sadar hukum, penggunaan dana desa tidak bermasalah,” kata Ganjar.

Dijelaskan, dengan banyaknya organisasi yang terlihat di masyarakat, effort-nya akan lebih tinggi. Apalagi, advokat yang mau turun ke desa dan tidak ada uangnya. Ganjar pun meminta, KAI menguji dan membuat model terlebih dahulu di satu kabupaten. Jika hasilnya memuaskan, dapat dilakukan di seluruh Jateng.

Baca Juga:  KAI Daop 4 Tutup 107 Perlintasan Liar, Grobogan Paling Banyak

“KAI punya peluang untuk menjadi KAI milenial dengan memanfaatkan sosial media. Misalnya membuka ruang konsultasi virtual melalui Facebook, Twitter atau Instagram. Atau membuat aplikasi sendiri, misi sosial KAI pun akan mengena. Terus jaga kekompakan,” pesan Ganjar.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of