Keistimewaan di Waktu Subuh, Tunaikan Yuk….

0
Ilustrasi waktu subuh. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta – Aktivitas seorang muslim diawali dari sepertiga malam terakhir. Yakni, ketika orang-orang yang bertakwa melaksanakan Qiyamul Lail. Setelah itu, boleh beristirahat sejenak dan bangun lagi menjelang azan Subuh berkumandang.

Ketika azan Subuh usai berkumandang, seorang lelaki mukmin bersegera melaksanakan shalat antara adzan dan iqamat, ada shalat Qabliyah Subuh, 2 rakaat. Pahalanya luar biasa, sebagaimana hadits, “Dua raka’at fajar (shalat sunnah qobliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Imam Muslim)

Inilah shalat sunnah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Ibunda Aisyah pernah menuturkan, “Nabi tidak pernah menjaga sesuatu dari amalan-amalan sunnah seketat beliau menjaga dua rakaat sunnah Subuh.” (HR. Imam Bukhari)

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Janganlah kalian tinggalkan dua rakaat shalat sunnah Subuh meskipun kalian berada di punggung kuda.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud).

Usai shalat Qabliyah Subuh, bisa dilakukan di rumah maupun di masjid, melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Keutamaan shalat Subuh berjamaah, sebagaimana hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim, disebutkan, “Barangsiapa yang shalat Isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat Subuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.”

Baca Juga:  Ayyamul Bidh, Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Tatkala kita mengisi waktu Subuh dengan ibadah, sedikitnya ada 5 keistimewaanya. Antara lain:

Pertama, mendapat cahaya di hari akhir. Hal ini berdasarkan hadits, “Sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berjalan pada saat gelap menuju masjid, dengan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat.” (HR. Imam Abu Dawud dan at-Tirmidzi).

Kedua, berada dalam jaminan Allah, sebagaimana hadits, “Barang siapa yang melaksanakan shalat Subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sesuatu apa pun pada jaminan-Nya. Karena barangsiapa yang Dia tuntut pada jaminan-Nya, pasti Dia akan mendapatkannya. Kemudian dia akan ditelungkupkan pada wajahnya di dalam Neraka.” (HR. Imam Muslim)

Ketiga, “Barang siapa yang shalat Subuh berjamaah kemudian dia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, lantas shalat dua rakaat, maka baginya seperti pahala haji dan umrah, yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi).

Baca Juga:  Menjenguk Orang Sakit Berpahala Surga

Keempat, Di waktu Subuh itu ada 2 Malaikat yang akan mendoakan orang-orang yang bersedekah dan mereka yang pelit (tidak mau sedekah), sebagaimana sabda beliau, “Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, ‘Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak’. Malaikat yang satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah kepailitan bagi yang enggan bersedekah’.” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Kelima, Usai shalat Subuh, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selalu berdoa:

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً، وَرِزْقًا طَيِّبًا
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan rizki yang baik.” (HR. Imam Ibnu Majah)

Jika kita ikuti prosesi ibadah dari Qiyamul Lail sampai waktu syuru’, dimana matahari mulai terbit dari timur, maka kita akan berada dalam naungan Allah. Dan jika berada dalam naungan Allah, maka tidak ganjaran lain kecuali mendapatkan surganya.

(HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of