Kemarau Panjang, Demak Kehabisan Air Bersih

0
Ilustrasi. Foto: Antara.

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Demak – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mengaku kekurangan air. Pihaknya memaparkan, dari 400 tangki yang tersedia untuk musim kemarau tahun ini, saat ini tinggal menyisakan 4 tangki.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, M Agus Nugroho memaparkan di Kabupaten Demak terdapat 44 desa yang tersebar di 11 kecamatan mengalami kekeringan.

Sebanyak 4 tangki yang tersisa dikhawatirkan tidak akan cukup memenuhi kebutuhan warga. Terlebih lagi, sampai saat ini intensitas hujan belum cukup mengisi kembali sumber-sumber air.

Baca Juga:  Kekeringan di Jateng Akibatkan Penjualan Motor Turun 7 Persen

“Kami gencarkan komunikasi dengan pihak swasta dan komunitas untuk ikut membantu menyediakan air bersih sembari bantuan air bersih dari BPBD Jateng turun,” ujarnya, Selasa (29/10).

Dijelaskan, hingga saat ini BPBD Kabupaten Demak telah menyalurkan 691 tangki air bersih kepada masyarakat. 396 tangki dari BPBD Demak, sedangkan sisanya dari pihak swasta dan berbagai komunitas yang tergerak untuk ikut membantu.

Di hari-hari tertentu, pihaknya mengirim air bersih sebanyak tiga kali ke warga yang membutuhkan. Dalam sekali pengiriman, dikerahkan sebanyak 5 tangki.

Baca Juga:  55 Kabupaten Siaga Darurat Kekeringan, 21 Diantaranya di Jateng

Terkait kondisi sumber mata air di Demak Agus menerangkan, saat ini hanya dapat mengambil air bersih yang berada di kantornya. Sedangkan PDAM mengambil air di desa Brambang Kecamatan Karangawen Kabupaten Demak.

“Sumber air di Demak kota sudah habis. Bendung Karet yang berada di dukuh Dero, Desa Jatirogo, Kecamatan Bonang sejak beberapa waktu lalu sudah tidak bisa menampung air secara maksimal,” pungkasnya.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of