Kemarin Sinabung, Hari ini Gantian Erupsi Gunung Agung

0
Foto: Gunung Agung

Oleh: Hari Santoso

Semaranginside.com, Denpasar – Sehari setelah Gunung Sinabung meletus,
Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, juga bergolak. Gunung Agung mengalami erupsi pada Senin (10/6), pukul 12.12 Wita.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.000 meter di atas puncak atau 4.142 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur dan tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi ± 1 menit.

Sehari sebelumnya, Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, meletus pada pukul 16.28 WIB, Ahad (9/6). Gunung Sinabung erupsi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut. Sekitar 20 desa terpapar abu vulkanik.

Baca Juga:  Mengenal Istilah Unicorn Dalam Industri Startup

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mengimbau warga Kabupaten Karangasem tetap tenang. Meski kembali meletus, saat ini Gunung Agung masih berada pada status tingkat III (Siaga).

“Kami masih melakukan pemantauan dan belum ada daerah (desa) yang melaporkan adanya paparan hujan abu pascaletusan Gunung Agung itu,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Made Rentin di Denpasar, Senin (10/6).

BPBD terus melakukan komunikasi dengan semua petugas di lapangan dan juga para relawan terkait dampak letusan tersebut. Selain itu, BPBD menyiapkan untuk pengiriman masker jika memang ada permintaan dari masyarakat. Saat ini stok ketersediaan masker di masing-masing pos terdepan, di antaranya di kantor desa dan sebagainya masih dalam kondisi cukup dan memadai.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga Karangasem agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa, jangan lupa lengkapi diri dengan masker jika sedang beraktivitas di luar rumah, dan selalu tingkatkan kesiapsiagaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Konser Westlife, Antrean Penonton Mengular

Masyarakat di sekitar Gunung Agung diminta agar tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari kawah puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual dan terbaru.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi.

Terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (Aza/Ant/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of