Keselamatan dan Kesehatan Kerja Proyek Konstruksi Sering Diabaikan

0
Forum Diskusi Bulanan di FT Unika. Foto : unika.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sering diabaikan dalam proyek konstruksi di Indonesia. Hal itu terutama dilakukan oleh perusahaan kecil.  Director of Technical and HSE Departement PT Mulya Karana sekaligus Instructor in HSE yaitu Saesario Maulana Satya Indrawan mengungkapkannya pada diskusi di Unika Soegijapranata, baru-baru ini.

“Belum tumbuh kesadaran dari perusahaan kecil bahwa K3 merupakan bagian yang dipertimbangkan dalam pengajuan lelang proyek, yang sebenarnya hal tersebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan tatkala perusahaan tersebut menyertakan K3 dalam pengajuannya,” tutur Saesario dikutip dari situs resmi Unika, Minggu (20/10).

Karena itu, ISO 45001: 2019 yang baru muncul, lebih banyak digunakan oleh perusahaan konstruksi besar dan menengah. Sedangkan perusahaan kecil masih belum semuanya menerapkan.

Baca Juga:  Kemajuan Teknologi Harus Diimbangi Humanisme

Dia kemudian menerangkan, ISO merupakan standar yang mengakui kinerja sebuah perusahaan.

“ISO berasal dari kata Yunani yaitu ISOS yang berarti equal atau sama dan bisa juga berarti sederajat. Artinya dengan menggunakan standard ISO 45001 kita akan mendapat pengakuan yang sama apabila ada proyek di luar negeri,” ucapnya.

ISO 45001 ini akan menggantikan OHSAS 18001. Begitu ISO 45001 dipublikasikan, maka organisasi yang telah memiliki sertifikasi OHSAS 18001 diberikan kesempatan tiga tahun untuk migrasi ke ISO 45001. Sementara organisasi yang belum memiliki sertifikasi OHSAS 18001 dapat langsung menerapkan ISO 45001 merujuk pada tahapan penerapan ISO 45001, terangnya.

Ketua Program Studi Teknik Sipil Unika Daniel Hartanto menegaskan, forum diskusi yang dilaksanakan secara rutin tiap bulan ini sangat penting bagi para mahasiswa.

Baca Juga:  Unika Bertekad Lahirkan Dokter yang Humanis

“Forum diskusi bulanan ini sangat penting bagi para mahasiswa supaya dapat menjembatani antara teori yang mereka dapatkan di perkuliahan dengan praktik di dunia kerja,” jelasnya.

Selain itu, lewat forum tersebut, para mahasiswa dan praktisi bisa saling tukar pengetahuan.

“Hal lain, dengan kegiatan ini para mahasiswa dan praktisi serta akademisi bisa saling tukar pengetahuan dan menambah wawasan tentang berbagai topik bahasan yang berkaitan dengan bidang teknik sipil. Kali ini kami membahas lebih banyak tentang ISO 45001: 2019 dan kaitannya dengan K3 proyek konstruksi di Indonesia,” lanjutnya.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of