Kesulitan Padamkan Api di Gunung Merbabu, Jateng Ajukan Pinjam Heli BNPB

0
Helikopter milik BNPB. Foto: Antara

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Boyolali – Sempat dilaporkan sudah padam pada Minggu (15/9), hutan dan lahan di lereng Gunung Merbabu kembali terbakar. Api merembet hingga mendekati permukiman warga yang berjarak 5-6 Km di Kabupaten Boyolali.

Per Kamis (19/9), total lahan yang terbakar diperkirakan sudah mencapai 536 hektare dan sudah merusak isntalasi sumber air bersih warga sekitar. Sementara untuk titik api berada di lereng dengan kemiringan sekitar 60 derajat sehingga sulit untuk dipadamkan secara manual.

Baca Juga:  Gagal Total di Pileg, PAN Sebut Faktor Eksternal

Kepala Pelaksanana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Sudaryanto mengatakan satu-satunya solusi saat ini adalah pemadaman menggunaka helikopter. Untuk itu, pihaknya telah berkomunikasi dengan kepala BNPB, Doni Monardo.

“Saya sudah komunikasi dan dibolehkan menggunakan heli BPNB,” kata Sudaryanto, Jumat (20/9).

Namun untuk meminjam heli tersebut ada tiga syarat yang mesti dipenuhi. Pertama, Kabupaten Boyolali mesti menetapkan status darurat. Kedua, apakah api tersebut benar-benar mengancam permukiman warga. Ketiga, ada sumber air yang dekat dan bisa diambil oleh helikopter untuk pemadaman.

Baca Juga:  Netizen Ramai-Ramai Doakan Mbah Moen

Menururt Sudaryanto, api saat ini sudah mengancam warga karena mendekat ke permukiman. Untuk sumber air, bisa diambilkan dari bandara Adi Soemarmo yang jarak terbang berkisar 15 menit.

“Nah untuk status darurat, itu kewenangan Bupati (Boyolali). Kalau nanti sudah ada maka akan disampaikan ke BPNB melalui Gubernur Ganjar Pranowo,” kata Sudaryato.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of