Ketua GNPF Ulama: Kalau Pemilu Diklaim Sukses, Masa Sampai 296 Meninggal?

2
Ketua GNPF Ulama, Ustaz Yusuf Muhammad Martak. (Foto: Indonesia Inside/Ahmad ZR)

Oleh: Ahmad ZR

Semaranginside.com, Jakarta – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustaz Yusuf Muhammad Martak, menepis klaim sejumlah pihak yang menyebut penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 berjalan sukses, damai, dan tertib. Pasalnya, hingga kini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 296 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) berguguran karena sakit dan kelelahan.

“Kalau pemilu diklaim sebagai ajang yang sukses, di mana ada pemilu presiden yang menyebabkan 296 (petugas KPPS) meninggal? Bahkan, yang sakit terus bertambah,” kata Yusuf di bilangan Tebet, Jakarta Selatan usai konferensi pers Ijtima Ulama III, Senin (29/4).

Baca Juga:  Cukup 75 Detik, Wali Kota Nyoblos Terus Keluar

Dia menilai meninggalnya ratusan petugas KPPS dalam pemilu serentak tahun ini sebagai musibah terbesar bagi Bangsa Indonesia. Musibah tersebut, menurut dia, melebihi musibah alam yang terjadi dan mengundang duka yang mendalam bagi seluruh pihak.

“Ini lebih dari musibah jatuhnya pesawat. Dimana hati nurani pemerintah melihat hal ini?” ujarnya.

Karena itu, Yusuf meminta tim pencari fakta (TPF) terkait pelaksanaan pemilu ini untuk segera dibentuk. TPF tersebut nantinya akan mengusut meninggalnya petugas KPPS yang mencapai ratusan jiwa tersebut. “Ini harus menjadi tanda tanya. Ini benar sakit, kelelahan atau ada unsur lain,” ungkapnya.

Baca Juga:  Imbas Negatif Pemilu, Kominfo Deteksi Peningkatan Hoaks

Dia juga mengingatkan kepada pihak yang terus memanipulasi suara pemilu agar segera menghentikan tindakan curang itu dan memohon ampun atas siksa yang akan Allah SWT berikan di akhirat kelak. Terlebih, kata Yusuf, pemilu merupakan sarana bangsa Indonesia untuk menghasilkan pemimpin yang amanah, adil, dan membawa Indonesia dihargai dimata dunia.

“Nah, yang terlalu bermanuver tolong sadar. Apalagi akan dicabut nyawanya. Karena ini menyangkut nasib 240 juta bangsa Indonesia ke depan,” kata dia. (AIJ/INI-Network)

2
Berikan Komentar

avatar
2 Comment threads
0 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
2 Comment authors
Jacob RaintungDrajad Recent comment authors
  Subscribe  
newest oldest most voted
Notify of
Drajad
Guest
Drajad

Perang saja meskipun ribuan orang yang tewas kalau berhasil mengalahkan musuhnya dapat dikatakan sukses pak.

Jacob Raintung
Guest
Jacob Raintung

Petugas KPPS sekitar 4,5. Juta. Rasio meninggal /1 juta dalam sehari di indonesia sekitar 17 orang. Jika Petugas KPPS ada 4.5Jt dari jumlah tersebut kemungkinan meninggal sekitar 75 orang/hari. proses kegiatan KPPS sekitar 3 s/d 4 Hari. Artinya Kemungkinan kematian penduduk 4.5 juta dalam 3 hari sekitar 225 org. Jadi tak sesederhana bahwa kematian petugas2 KPPS yang sekitar 2 sampe 300 dalam 1 pekan tersebut disebabkan karena bertugas sebagai KPPS.