Komentari Penusukan Wiranto, Seorang ASN Diperiksa Polisi

0
Menko Polhukam Wiranto diduga ditusuk saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, Kamis (10/10). Foto: Istimewa

Oleh: Azhar AP

Semaranginside.com, Pekanbaru – Setelah tiga anggota TNI AD dicopot dari jabatannya gara-gara istri mereka berkomentar miring soal penusukan Wiranto, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Riau juga diperiksa polisi.

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kampar, Provinsi Riau, memeriksa ASN berinisial MJ itu terkait komentarnya di media sosial soal insiden penusukan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto.

“Dari kemarin kita lakukan pemeriksaan, diambil keterangan. Maksud dan tujuan dia menulis itu apa,” kata Kepala Polres Kampar AKBP Asep Dermawan di Pekanbaru, Sabtu (12/10).

Baca Juga:  Instagram Perketat Aturan Konten Melukai Diri Sendiri

Dia mengatakan bahwa MJ diperiksa pada Jumat setelah mengomentari salah satu unggahan status Facebook seorang warganet. Dalam unggahannya, warganet itu menuliskan simpatinya atas insiden yang menimpa Wiranto.

“Ada status yang menuliskan Pak Wiranto itu tidak layak ditusuk,” ujarnya.

Namun, MJ yang menjabat sebagai salah satu kepala seksi di Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Kampar itu menimpali dengan muatan negatif. “Ditikam mang Ndak pantas do Dinda, tapi yang cocok di gantung.” Maksudnya, ditikam memang tidak pantas, tapi cocoknya digantung.

Baca Juga:  Mayoritas ASN Belum Tahu Program Jaminan Kecelakaan Kerja

“Lalu dia (MJ) komen. Intinya cocoknya digantung. Ternyata setelah ditelusuri MJ ini ASN. Makanya kemarin saya langsung perintahkan untuk melakukan penyelidikan terhadap yang bersangkutan,” jelasnya.

Dia mengatakan polisi juga akan memintai keterangan ahli dalam penyelidikan perkara tersebut. Keterangan saksi ahli bahasa dan informasi teknologi dibutuhkan untuk mengetahui apakah ada unsur pidana dalam ungkapan MJ.

“Sekarang kami sedang koordinasi dengan ahli. Bantuan keterangan ahli untuk menentukan apakah mengarah ke seseorang atau pencemaran nama baik. Kalau sudah dapat hasilnya kita akan gelar perkara,” tuturnya. (Aza/Ant/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of