Komitmen Anti Korupsi Partai Berkarya tak Perlu Diragukan

0

Oleh: Rudi Hasan |

Semaranginside.com, Jakarta — Calon legislatif DPRD DKI dari Partai Berkarya, Riza Fadli, merespons ditangkapnya Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Tanpa bermaksud menyinggung, ia menyebut komitmen anti korupsi Partai Berkarya sudah dijalankannya saat menjadi caleg.

“Saya enggak melihat orang per orang, saya melihat semua bisa kena musibah, tapi kalau saya sendiri secara pribadi sebagai caleg sejak awal sudah bicara pada kawan-kawan,” kata Riza saat diwawancara Indonesiainside.id, Sabtu, (16/3).

Menurutnya, saat sosialisasi dan kampanye, ia tak mengeluarkan sepeserpun uang. Hal ini merupakan komitmennya agar tak ada uang yang dilibatkan. Artinya, sejak awal ia memberikan pemahaman pada masyarakat tentang bahaya money politic.

Baca Juga:  Kronologi Kerusuhan Manokwari, Dipicu Surabaya dan Malang

“Semua bersosialisasi serba kekeluargaan, bahasa saya silaturahmi. Door to door masuk ke masyarakat, justru hal itu yang buat mereka terkesan,” kata Riza.

Wujud dari keberhasilannya, yakni partisipasi masyarakat dalam acara senam pagi yang digelarnya. Bertempat di Kwitang, Jakarta Pusat, gelaran olah raga ringan itu berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat.

“Hasilnya sudah terlihat, tanpa saya bayar beri dana mereka datang sendiri, sepanjang Kwitang penuh, massa semua,” kata dia.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini resmi menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy alias Rommy, sebagai tersangka kasus rasuah. Menjelang tengah hari, politikus kelahiran Sleman, Yogyakarta itu terlihat keluar dari Gedung KPK sambil mengenakan rompi tahanan berwarna jingga.

Baca Juga:  Kemendagri: Kolom Penghayat Kepercayaan Amanat MK

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu RMY (Rommy) sebagai penerima suap, lalu MFQ (M Muafaq Wirahadi) dan HRS (Haris Hasanudin) sebagai pemberi suap,” ucap Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif, di Jakarta, Sabtu (16/3).

Rommy bersama empat orang lain ditangkap KPK di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (15/3) pagi kemarin. Di antara empat orang itu terdapat Kepala Kanwil Jawa Timur, Haris Hasanuddin, dan; Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, M Muafaq Wirahadi. (EPJ)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of