Komunitas Muslim Sri Lanka Sambut Ramadhan dengan Keprihatinan

0
Sebuah masjid di Kolombo, Sri Lanka dijaga polisi (AAP)

Oleh: Nurcholis

Semaranginside.com, JakartaKomunitas Muslim di Sri Lanka menyambut kedatangan Ramadhan dengan keprihatinan besar, setelah serangan mematikan terhadap lebih dari 250 nyawa pada Ahad Paskah, kutip Reuters.

Setelah ISIS mengklaim membombardir serangan bom di hotel-hotel dan gereja-gereja di negara itu, Muslim setempat khawatir tentang kemungkinan tanggapan.

Tim keamanan Sri Lanka mengatakan sangat berhati-hati setelah laporan intelijen tentang gerilyawan yang mungkin telah mengambil tindakan sebelum dimulainya Ramadhan.

Beberapa militan diklaim bertanggung jawab atas serangan itu dikatakan bebas dan diduga merancang lebih banyak serangan.

Baca Juga:  Hasil Sidang Isbat, 1 Ramadhan Ditetapkan 6 Mei

“Kami telah mengidentifikasi semua anggota aktif kelompok itu dan ini adalah kasus penangkapan mereka sekarang,” kata Sirisena, seraya menambahkan bahwa ada 25 hingga 30 “anggota aktif” terkait dengan pemboman yang masih buron,” kata Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena dikutip AAP.

Sirisena mengatakan semua indikasi mengisyaratkan IS telah terlibat, menambahkan: “Sangat jelas karena setelah serangan organisasi IS membuat pengumuman yang mengklaim bertanggung jawab atas pemboman itu.”

Sumber pemerintah mengatakan kepada Reuters bahwa sebuah dokumen telah diedarkan di antara lembaga-lembaga keamanan utama yang menginstruksikan semua polisi dan pasukan keamanan di seluruh negara kepulauan Samudra Hindia itu untuk tetap siaga tinggi karena gerilyawan diperkirakan akan melakukan serangan sebelum Ramadhan.

Baca Juga:  Jamaah Naqshabandiyah Mulai Puasa Ramadhan Hari Ini

Ramadhan dijadwalkan akan dimulai di Sri Lanka pada Senin 6 Mei 2019.

Pemerintah juga telah melarang perempuan mengenakan cadar di bawah undang-undang darurat yang diberlakukan setelah serangan Minggu Paskah. (cak)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of