Kondisi Terkini Banjir Kanal Timur Semarang, Penuh Eceng Gondok

0
Eceng gondok menutupi sungai BKT yang telah dinormalisasi. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang kini ditumbuhi eceng gondok membuat warga Sawah Besar Kecamatan Gayamsari, dan warga Semarang Timur was-was terhadap luapan air dan merambah ke permukiman penduduk. Terlebih lagi, saat ini memasuki musim hujan di mana debit air di sungai bisa berkali-kali lipat dibanding musim kemarau.

Terpantau, eceng gondok tersebut menutupi permukaan air dari Jembatan Citarum hingga ke utara, yaitu Jembatan Kaligawe. Warga berharap, Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah cepat untuk mengatasi hal ini.

“Kondisi sungai BKT ditumbuhi eceng gondok rata menutup permukaan air. Warga Sawah Besar khawatir, apalagi saat ini sudah beberapa kali turun hujan,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Sawah Besar Mulyadi, Minggu (27/10).

Baca Juga:  Perizinan Sulit, Kampanye Prabowo di Semarang Terancam Batal

Mulyadi menyayangkan proyek nasional untuk normalisasi Sungai BKT yang kini sudah kelihatan megah untuk mengatasi banjir di wilayah Semarang bagian timur malah tertutupi enceng gondok. Dia khawatir air sungai akan meluap karena aliran airnya terganggu dengan adanya eceng gondok.

Camat Semarang Timur, Sutrisno saat dikonfirmasi mengaku sudah melakukan koordinasi dengan pihak DPU Kota Semarang terkait dengan kondisi sungai BKT yang permukaan airnya yang rata ditumbuhi eceng gondok. Dengan alat yang sudah berada di lokasi, DPU berjanji segera melakukan pengerukan.

Baca Juga:  Prabowo: Kita Pakai Konsultan Politik Bojong Koneng Aja

Terpisah, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu minta agar instansi terkait melakukan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.
Dia mengaku sudah menerima laporan dari Sekcam Semarang Timur beberapa waktu lalu.

“Saya sudah minta untuk menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi dengan DPU dan BBWS. Sebab BKT ada dalam proyek BBWS sedangkan DPU punya perpanjangan tangan yang bisa membantu,” kata Hevearita.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of