Kontrak Pendamping Desa Diusulkan 3-5 Tahun

0
Ilustrasi dana desa.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Minimnya durasi kontrak pendamping desa ditengarai menjadi salah satu faktor tak maksimalnya kinerja mereka dalam mengawal dana desa. Maka Pemprov Jateng mengusulkan lama kontrak tak lagi setahun namun menjadi 3-5 tahun.

Durasi tiga tahun dinilai menjadi durasi kontrak yang ideal. Lantaran dalam waktu tiga tahun, desa juga bisa menjalankan program dan menjadi mandiri.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono mengatakan kontrak kerja pendamping desa yang hanya satu tahun tersebut juga berpengaruh pada semangat kerja dari yang bersangkutan.

Baca Juga:  Hardiknas, Siswa-Siswi Jateng Sabet Penghargaan Internasional

“Agar tak was-was saat bekerja karena tak tahun tahun berikutnya mau kerja apa, maka kontrak kerja mestinya jangan setahun. Kalau perlu tiga atau lima tahun tapi harus dievaluasi tiap tahunnya,” kata Puryono, Jumat (20/9).

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menambahkan pendamping desa yang direkrut hanya satu tahun, membuat yang bersangkutan akan mencari pekerjaan lain yang diharapkan bisa memperbaiki kesejahteraannya.

“Sehingga memang lebih baik jika kontrak mereka lebih panjang, kalau kita lihat saat ini, aturan kontraknya satu tahun sekali,” katanya.

Baca Juga:  Jateng Borong 22 Penghargaan Awarding Top 99 Inovasi Pelayanan Publik

Seperti diketahui, perekrutan tenaga pendamping desa dilakukan secara terbuka dengan memenuhi prinsip prinsip transparansi, akuntabel, efisien, dan memberikan peluang yang sama kepada seluruh calon pelamar.

(Ags/Ant)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of