Kota Semarang Jadi Percontohan Pengembangan Bus Rapid Transit

0
Halte BRT di Jalan Pemuda Semarang selalu penuh pada jam-jam sibuk. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Kota Semarang dijadikan percontohan dalam pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) di Indonesia oleh Kementrian Perhubungan. Semarang ditunjuk karena catatan inovasi yang dilakukan oleh Trans Semarang selama 10 tahun terakhir di Kota Semarang.

Hal ini tertuang dalam MoU Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Pilot Project Sustainable Urban Transport Programme Indonesia (Sutri Nama) dan Indonesia Bus Rapid Transit Corridor Development Project (Indobus) dengan lima pemerintah daerah di Indonesia. Selain Kota Semarang, kerjasama ini juga menggandeng pemerintah daerah Kota Batam, Kota Bandung, Kota Makasar, dan Kota Pekanbaru.

Menurut Kepala Badan Layanan (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, Semarang dianggap sebagai penyelanggar BRT paling sukses di Indonesia sehingga dijadikan percontohan.

Baca Juga:  Beragam Produk UMKM Hadir di Semarang Hitz Market

Sejak hadir 10 tahun lalu, Trans Semarang telah memiliki 11 koridor dengan jumlah penumpang 33 ribu orang perhari. “Angka pegguna Trans Semarang sangat besar dibandingkan kota lain yang juga memiliki BRT. Pengguna juga dimudahkan dengan aplikasi Trans Semarang, serta kemudahan dalam pembayaran nontunai,” kata Ade, Selasa (8/10).

Ade menambahkan, pihaknya akan membangun dedicated line atau jalur khusus bagi Trans Semarang. Proses dedicated line sendiri, saat ini masih dalam tahap Pre-Feasibility Study dengan harapan sistem transportasi massal ini bisa lebih cepat dan efisien.

MoU tersebut adalah tindak lanjut dari kesepakatan kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Jerman, Pemerintah Inggris, dan Pemerintah Swiss, yang memberikan dana hibah sebesar 21 juta Euro untuk membangun transportasi perkotaan dan menurunkan emisi gas rumah kaca.

Baca Juga:  PSIS Siap Arungi Liga 1

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, ada lima kota percontohan awal yang akan mendapatkan dana hibah tersebut sesuai kebutuhan, yakni Bandung, Semarang, Makassar, Pekanbaru dan Batam.

Sutri Nama merupakan program untuk mengatasi tantangan transportasi perkotaan seperti pertumbuhan penduduk kota dan jumlah kendaraan bermotor, melalui paduan pengembangan kapasitas dan pembiayaan.

Proyek ini akan mengembangkan mekanisme pembiayaan, pemantauan lingkungan dan mempersiapkan program-program transportasi kota di kota-kota percontohan, mulai dari sistem parkir hingga jalur khusus sepeda dan akses pejalan kaki.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of