Kota Semarang Sepuluh Besar Pembangunan Terbaik

0
Wali Kota Hendrar Prihadi saat pemaparan di depan perwakilan Bappenas. Foto : semarangkota.go.id

Oleh Nugroho

Kota Semarang ditetapkan sebagai satu dari sepuluh kota dengan pembangunan terbaik oleh Tim Penilai Pembangunan Daerah (PPD) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Saat ini, kota ini bersama sembilan yang lain tengah dinilai lagi untuk menentukan peringkat satu hingga sepuluh.

semaranginside.com, Semarang – Kemarin, beberapa perwakilan Bappenas berkunjung ke Kota Semarang. Mereka diterima langsung oleh Wali Kota Hendrar Prihadi. Perwakilan Bappenas Agustin Arry Yanna mengungkapkan, kunjungan ini dalam rangka verifikasi.

“Saat ini kami semua ada di Kota Semarang untuk melakukan verifikasi serta kunjungan lapangan, yang mana ini merupakan tahapan penilaian ke-5. Kota Semarang telah berhasil masuk di 10 besar, saya ucapkan selamat,” katanya dikutip dari situs resmi Pemkot Semarang.

Dia menerangkan, masuknya Kota Semarang sebagai satu dari sepuluh kota dengan pembangunan daerah terbaik di Indonesia merupakan hasil dari penilaian tim PPD Bappenas. Pihaknya secara detail mengamati proses perencanaan pembangunan hingga inovasi yang dilakukan.

Baca Juga:  Warga Sekaran Kurang Bahagia

Agustin pun meyakinkan jika tim penilai berasal dari lintas sektoral yang sangat independen, sehingga kredibilitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Adapun nantinya dari sepuluh kota yang sudah ditetapkan sebagai daerah dengan pembangunan terbaik di Indonesia tersebut, akan diurutkan secara peringkat hingga mendapatkan yang terbaik.

“Kota Semarang sendiri dalam PPD bersaing dengan kota-kota lainnya di Indonesia, antara lain Kota Makassar, Kota Yogyakarta, dan Kota Denpasar,” imbuhnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bangga karena Kota Semarang dinilai sebagai salah satu dari sepuluh kota dengan pembangunan daerah terbaik di Indonesia. Sebab, Kota Semarang tak memiliki anggaran pembangunan daerah sebesar kota-kota besar lainnya di Indonesia

“Saya meyakini keberhasilan ini merupakan buah dari konsep pembangunan bergerak bersama dimana setiap elemen di Kota Semarang memiliki andil besar dalam pembangunan saat ini,” katanya.

Baca Juga:  Iswar Aminuddin Dilantik Jadi Sekda Kota Semarang

Pria yang akrab disapa Hendi bercerita jika guna melalui percepatan pembangunan, pada 2013 pihaknya mendorong dan memastikan sistem Smart City berjalan. Dengan begitu, pelayanan dan proses pembangunan akan lebih cepat, responsif, transparan, dan bersih.

“Sebagai upaya optimalisasi dan percepatan pembangunan, pada 2013 kami canangkan Smart City. Kami tidak punya anggaran untuk itu, maka kami gandeng sektor privat dalam penyediaan jaringan internent yang merata, sebagai dasarnya,” tambahnya.

Hendi juga menguraikan jika peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Semarang juga merupakan bukti jika konsep pembangunan Bergerak Bersama berjalan dengan baik. Tercatat pada 2012, PAD Kota Semarang hanya sebesar Rp 779 miliar dan kemudian pada 2018 meningkat pesat menjadi Rp 2,1 triliun.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of