Lagi, Israel Duduki 5.100 Hektare Tanah Palestina

0
PALESTINECHRONICLE.COM

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Jakarta – Israel merebut ribuan hektar tanah pribadi Palestina dan mengisolasi lima desa di bagian timur laut Tepi Barat yang diduduki oleh rezim penjajah, baru-baru ini.

Press TV melaporkan bahwa rezim Israel mengejar rencana mereka dengan perampasan tanah dan pembangunan permukiman ilegal yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB).

Mutaz Bisharat mengatakan kepada stasiun radio Voice of Palestine bahwa pihak Israel menyita 51.000 dunam, mengisolasi 5 desa dan mengambil alih mata air, mesin pertanian, dan tenaga surya.

Bisharat menambahkan bahwa kebijakan Israel bertujuan mengisolasi desa-desa di wilayah Tubas, menunjukkan bahwa daerah-daerah ini ditandai sebagai daerah militer tertutup yang melarang pemiliknya masuk tanpa izin yang dikeluarkan Israel.

Baca Juga:  Polisi Israel Tangkap Sekjen Fatah

Dia menekankan, tujuan Israel ini untuk mengusir warga Palestina dari daerah tersebut di bawah rencananya untuk merebut wilayah Lembah Jordan.

Lembah Jordan membentuk sepertiga dari Tepi Barat yang diduduki, dengan 88 persen tanahnya diklasifikasikan sebagai Area C – di bawah kendali penuh militer Israel.

Setidaknya 600.000 orang Israel tinggal di lebih dari 230 permukiman ilegal yang dibangun sejak 1967 di Tepi Barat dan Yerusalem Timur mereka yang terjajah, kutip palestinechronicle.com.

Sementara itu, mengutip kantor berita Ma’an, tentara Israel telah menghancurkan dua kamp Palestina di Kampung Susiya kemarin.

Baca Juga:  Donald Trump Merencanakan Masjid Aqsha Bukan Bagian Palestina

“Tindakan Israel di kamp milik Radi Hussein al-Nawajaa, yang memiliki 10 anggota keluarga yang bertujuan mengusir warga Palestina untuk memperluas pemukiman ilegal ‘Susiya’,” ujar Koordinator Komite Anti-Tembok dan Anti-Permukiman di Rateb Al-Jabour, bagian selatan Al-Khalil (Hebron).

“Desa itu terletak di Area C dengan lebih dari 60 persen Tepi Barat di bawah kendali penuh pasukan Israel,” tambahnya.

Organisasi internasional menganggap kelanjutan kampanye Israel yang menargetkan warga Palestina di Lembah Jordan, baik melalui penyitaan, penghancuran atau pengusiran dengan dalih mengadakan latihan militer, sebagai pelanggaran hukum kemanusiaan internasional. (cak/Ags/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of