Larangan Pakaian ‘Tak Beradab’ dan Pamer Tubuh di Tiongkok

0

Oleh: Nurcholis |

Semaranginside.com, Jakarta–Baju atasan sederhana, yang memperlihatkan perut bagian bawah dan punggung seseorang – telah menjadi fashion orang-orang Barat selama beberapa dekade.

Hal ini juga sering ada dalam akting di catwalk, video musik, dan di jalan-jalan kota yang terik di seluruh dunia – bahkan ada lagu menulis tentang hal itu.

Cina sudah tidak asing dengan pakaian ini karena iklimnya yang beruap, yang dikenal dengan istilah ‘Bikini Beijing‘, di mana pria dewasa menggulung atasan mereka atau kaos mereka hingga menganggat ke atas dan mengekspos perut mereka. Hal ini terjadi, terutama jika datang musim panas.

Namun di kota timur Jinan, “Bikini Beijing’ ini rupanya menjadi pemandangan yang kurang disukai bagi otoritas pemerintah setempat sehingga mereka mulai menargetkan para penggunanya.

Otoritas Jinan Provinsi Shandong, Tiongkok –sebuah kota berpenduduk 8.700.000– mengeluarkan pemberitahuan untuk melarang praktik ini di tempat umum, dengan menyebutnya sebagai “perilaku tidak beradab”. Perintah ini datang saat suhu naik 36C (96F) minggu ini.

Baca Juga:  Gubernur BI Sebut Rupiah Masih Undervalue

Pihak berwenang kota itu, secara khusus akan memanggil pria-pria tua yang mengenakan bikini model itu, yang disebut sebagai bang ye, yang dituduh telah mencoreng citra kota, kutip ABC.net.

“Kami akan menindak siapa pun yang berpakaian tidak pantas di tempat-tempat umum, termasuk yang telanjang dada, atau memamerkan bagian tubuh mereka,” kata otoritas berwenang kota itu dikutip CNN.

Perlawanan terhadap ‘Bikini Beijing ini bukan pertama kalinya. Di Tianjin – sebuah kota pantai dekat Beijing – seorang pria didenda sekitar $ 7 pada bulan Mei karena berbelanja tanpa baju di sebuah supermarket, menurut polisi Tianjin, yang memperkenalkan peraturan pelarangan pada awal tahun ini.

Di Handan, di Hebei, pemerintah sangat serius dengan pria yang menggulung atasannya di depan umum sehingga mereka meluncurkan kampanye, yang mencakup film-mini pendidikan, yang memperlihatkan seorang wanita memperkenalkan pacarnya kepada ayahnya yang bertelanjang dada sedang bermain kartu dengan teman-temannya di taman umum. Tetapi pacar itu tersinggung oleh keadaan ayahnya yang tidak berpakaian. Ia lalu menariknya ke samping dan bertanya, “Apakah itu ayahmu? Dia begitu tidak beradab.” Setelah serangkaian pertemuan yang serupa, pria itu akhirnya memilih untuk memakai baju dan topi di luar.

Baca Juga:  Isra Mi'raj Momentum Persatuan Ulama, Pejabat, dan Rakyat

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Beijing Youth Daily, seorang juru bicara departemen kesopanan kota itu mengatakan kepada surat kabar bahwa ‘Bikini Beijing’ mempengaruhi “citra kota dan persepsi dan perasaan masyarakat”.

Tetapi di media sosial, banyak orang di wilayah itu menganggap peraturan ini agak berlebihan.

“Bebertelanjang dada mengurangi lebih banyak emisi karbon daripada menyalakan AC,” kata seorang komentator, sementara yang lain menambahkan, “Biarkan orang tua bebas.”

“Saya sekarang khawatir ketika saya ke kantor mengenakan “Bikini Beijing“, rekan-rekan akan memberi saya tatapan dingin karena pencurian budaya yang mengerikan,” ujar pengguna akun twitter @ ChuBailiang.

Sementara beberapa pengamat di media sosial Tiongkok mencatat bahwa tidak ada hukum yang melarang bertelanjang dada. Dan untuk satu pengguna Weibo, pengembangan terbaru pemidanaan bikini disebut sebagai langkah yang terlalu jauh. (cak/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of