Layanan Berbagi Sepeda Hadir di Kota Semarang

0
Sepeda-sepeda yang ditawarkan lewat aplikasi Gowes. Foto: gowesin.id

APLIKASI Gowes hadir di Kota Semarang. Layanan berbagi sepeda tersebut diluncurkan Minggu (3/2) di Kawasan Simpanglima saat car free day. Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ulfi Imran Basuki mewakili Wali Kota, serta Asisten Sekda Masdiana Safitri, dan juga Iwan Suryaputra, Presiden Direktur Surya Teknologi Perkasa yang mengembangkan Gowes.Irwan mengatakan, pihaknya menyediakan layanan berbagi sepeda sebagai salah satu bentuk alat transportasi sehat yang tidak menimbulkan polusi suara dan polusi udara serta menciptakan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.
“Rute pertama dari Gowes adalah Simpanglima, Lawang Sewu, Kota Lama, dan akan terus ekspansi ke beberapa titik wisata dan hotel lainnya di Kota Semarang,” terangnya.
Ke depan, dia berharap masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk kegiatan sehari-hari. Sepeda bisa digunakan untuk jarak pendek 1-3 km dan kendaraan listrik bagi jarak jauh.
Untuk sementara, pihaknya menyediakan 30 unit sepeda, 20 unit otoped, dan 10 unit e-bike Gowes fleet. Semuanya bisa digunakan secara gratis saat uji coba, sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat Semarang.
Irwan juga menegaskan, aplikasi Gowes mudah digunakan dan sepenuhnya dibuat oleh putra-putra Indonesia yang ingin menunjukan kemandirian dalam teknologi informasi. Bahkan peta yang digunakan juga buatan sendiri bukan mengunakan aplikasi peta negara lain.
“Gowes artinya genjot ora genjot wis teles atau dikayuh atau tidak dikayuh badannya basah. Dengan bersepeda tubuh membakar kalori dan membuat kita menjadi berkeringat, belum lagi kadang cuaca yang panas membuat keringat tambah deras mengucur,” terangnya.
Menurutnya, dengan semakin parahnya kemacetan dan polusi, alternatif bersepeda sangat perlu dijajaki. Untuk diketahui, Gowes sebelumnya telah sukses diluncurkan di beberapa kota yaitu Jakarta, Bandung, Tangerang Selatan, dan juga Denpasar.
Sementara itu, Ulfi Imran Basuki menegaskan, berkiblat dari negara maju di Eropa, Kota Semarang terus berupaya membenahi cara untuk menanggulangi kemacetan. Kerja sama dengan Gowes dan juga XL sebagai salah satu penyedia layanan telekomunikasi menjadi salah satu cara. Selain memudahkan aktivitas masyarakat, bersepeda juga turut mendukung hidup dengan prinsip Go Green.
“Aplikasi berbagi sepeda Gowes ini juga mendukung pengembangan pariwisata. Nantinya wisatawan Kota Semarang dimudahkan berkeliling tempat wisata dengan cukup mengunduh aplikasi Gowes lalu menyewa sepeda yang disediakan,” terangnya dikutip dari situs resmi Pemkot Semarang.
Masdiana Safitri yang juga pernah menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ikut mendukung operasional Gowes di Kota Semarang.
“Ini bagus sekali. Nanti rencananya sepeda Gowes akan ditempatkan di tempat-tempat Wisata Kota Semarang, khususnya Kota Lama,” terangnya.(nug)

Baca Juga:  Pemkot Kaji Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of