Lelang Tol Semarang-Demak Selesai, Lanjut Pembebasan Lahan

0
Trase baru jalan tol Semarang-Demak. (Sumber: Pemprov Jateng).

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Sempat tertunda, proses pembangunan jalan tol Semarang-Demak sudah sampai tahap penentuan pemenang lelang. Saat ini, proyek dengan nilai investasi Rp 15,3 triliun tersebut sampai pada tahap sosialisasi masyarakat menjelang pembebasan lahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng, Sri Puryono menjelaskan pembangunan jalan tol Semarang-Demak masuk dalam proyek prioritas pemerintah. Tujuannya memecah kepadatan jalur lalu lintas di Pantura.

“Sudah ada pemenang lelangnya. Sekarang tahap sosialisasi rencana lokasi proyek jalan tol,” kata Puryono, Senin (10/6).

Sebenarnya, sebelum lelang kali ini, telah lebih dulu dilakukan sekali lelang dan sudah ada pemenangnya. Namun, Kementerian PUPR mengubah Detail Engineering Design (DED) jalan tol. Alasanya, jalan tol yang semula difungsikan untuk memecah arus kepadatan jalan kini juga difungsikan sebagai tanggul laut guna menanggulangi rob di Semarang utara dan Demak. Maka terjadi perubahan lokasi dan panjang jalan tol.

Baca Juga:  Komitmen Anti Korupsi Partai Berkarya tak Perlu Diragukan

Puryono menjelaskan, jalan tol dirancang sepanjang 27 kilometer dan akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang hingga Kali Sayung Kabupaten Demak tersebut, masih ada revisi penetapan lokasi. Terlebih, proyek strategis ini menyangkut rencana zonasi sehingga perlu ada kesepakatan dengan masyarakat.

Dia menyebutkan, lahan yang terkena proyek strategis tersebut tidak terlalu luas atau hanya sekitar satu kecamatan yakni Sayung di Kabupaten Demak. Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.

Baca Juga:  Bachtiar Nasir: Doakan Saya Istiqamah untuk Keadilan dan Kejujuran

“Total luas lahannya kami belum tahu pasti. Proyek strategis ini harus terus jalan dan harus jadi. Pembebasan lahan sedang dikomunikasikan,” kata Sri Puryono.

Menurutnya, tanggul laut yang membentang di sisi utara Semarang-Demak itu berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan permukaan tanah di daerah Semarang Utara bagian timur seperti di wilayah Kaligawe Semarang hingga Kecamatan Sayung, Demak. Apalagi jalur tersebut selalu padat lalu lintas kendaraan baik antar kota maupun antar provinsi. Sekda menambahkan, Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan di kawasan utara Jawa. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of