Lewat Bank Wakaf Mikro, OJK Berikan Akses Keuangan untuk Masyarakat Kecil

0
Peresmian pendirian Bank Wakaf Mikro Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal Jumat (6/9). Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Kendal – Melalui program Bank Wakaf Mikro, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso memaparkan, kemiskinan berkaitan erat dengan ketersediaan akses keuangan. Untuk itu, pihaknya menginisiasi pembentukan Bank Wakaf Mikro di daerah sebagai upaya OJK tidak hanya fokus pada nasabah besar tetapi juga mendorong penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil.

Menurut Wimboh, skema dalam Bank Wakaf Mikro merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil, karena pembiayaan yang diberikan cukup murah dengan margin hanya 3 persen per tahun, mudah dan tanpa agunan.

Baca Juga:  OJK Sebut Bank Kecil Kesulitan Hadapi Tantangan Digital

“OJK mendorong pemanfaatan teknologi oleh Bank Wakaf Mikro, seperti untuk memasarkan produk, meningkatkan kapasitas pelayanan, maupun mengembangkan usahanya,” kata Wimboh, Jumat (6/9).

Hingga Juli 2019, terdapat 52 Bank Wakaf Mikro yang tersebar di 15 provinsi dengan nilai total pembiayaan Rp 24,9 miliar untuk 19.543 nasabah yang terdiri dari 2.374 Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren Indonesia (Kumpi). Provinsi Jawa Tengah saat ini memiliki Bank Wakaf Mikro terbanyak di antara provinsi lainnya, yaitu  11 Bank Wakaf Mikro.

Baca Juga:  OJK Beberkan Ciri-Ciri Pinjaman Online Ilegal

Sejak April 2019, BWM Apik sudah membina 270 nasabah dengan nilai pembiayaan Rp 270 juta yang kebanyakan merupakan kelompok masyarakat produktif dengan usaha kecil jajanan tradisional, kerajinan anyaman bambu dan bahan makanan pokok. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of