Lokalisasi Sunan Kuning Ditutup 18 Oktober, Pemkot Beri Pesangon Rp2,24 Miliar

0
Sosialisasi penutupan lokalisasi Sunan Kuning, Selasa (8/10). Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Setelah mundur dari rencana awal, yaitu pada pertengahan Agustus 2019, Pemerintah Kota Semarang kembali berencana kembali melakukan penutupan lokalisasi Sunan Kuning pada 18 Oktober 2019 mendatang. Penutupan akan dilakukan secara seremonial di kawasan tersebut.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang dan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang kembali melakukan sosialisasi sebagai langkah penutupan, Selasa (8/10). Dalam sosialisasi tersebut, dibahas dana tali asih yang sempat menjadi polemik di kalangan penghuni.

Ketua Lentera Asa, Ari Istiadi mengatakan, awalnya para Wanita Pekerja Seks (WPS) awalnya mempersoalkan besaran tali asih yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan yang mana saat sosialisasi awal dana tali asih sebesar Rp10,5 juta yang bersumber dari Pemkot dan Pemerintah Pusat.

Baca Juga:  Nasib Honorer Jadi Perhatian Sandiaga di Debat Pilpres Ketiga

Setelah menerima penjelasan dari pihak Dinsos dan Satpol PP Kota Semarang, para WPS akhirnya mau menerima keputusan penutupan Lokalisasi Sunan Kuning ini, termasuk dana tali asih sebesar Rp5 juta yang dianggarkan dari APDB 2019.

“Teman-teman tetap akan menerima tali asih, bagaimanapun pula ini tetap keputusan. Yang menjadi persoalan itu adalah statement awal terkait dana tali asih, tapi ini sudah clear, sudah selesai,” kata Ari.

Penandatanganan pemberian dana tali asih akan dilakukan pada 10 hingga 15 Oktober 2019 mendatang. Para penghuni yang menerima tali asih, yaitu 448 WPS akan mendapatkan tali asih langsung masuk rekening pribadi yang sebelumnya telah dibuat.

Baca Juga:  Keindahan Candi Borobudur Jadi Penutup ASEAN Schools Games 2019

Sementara itu, Ketua Resosialisasi Argorejo, Suwandi meminta para penghuni Sunan Kuning menghormati keputusan Pemkot Semarang meski sebenarnya mereka masih berat hati.

“Rapat awal besaran tidak sesuai yakni Rp 10,5 juta yang mana Rp 5 juta dari APBD dan Rp 5,5 juta dari APBN, hingga akhir-akhir tidak ada sosialisasi sehingga kemarin belum clear. Sekarang sudah sepakat menerima tali asih dari APBD Rp 5 juta,” jelas Suwandi.

Kasatpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan batas maksimal para WPS berada di Sunan Kuning adalah hingga 21 Oktober 2019. Pihak Pemkot akan menyediakan armada untuk mengantar mereka ke daerah masing-masing.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of