Lokomotif D 301 59 Telah Purna Tugas, Monumen Dibuat di Semarang

0
Lokomtif D 301 59 yang telah pensiun menjadi monumen dan berada di depan Stasiun Tawang Semarang.

Oleh: Rizky Atmaja

Didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman, Lokomotif ini memiliki cerita panjang di Semarang. Selanjutnya menjadi edukasi sejarah perkereta-apian di Indonesaia.

Semaranginside.com, Semarang- Lokomotif D 301 59 pabrikan Jerman telah purna tugas. Setelah beroperasi di Indonesia selama lebih dari lima dekade sejak 1962-2014.

Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro menceritakan perjalanan Lokomotif D 301 59 higga saat ini. Pada  1962-1963, 80 Lokomotif D 301 59 didatangkan dari Pabrik Fried Krupp Jerman oleh Djawatan Kereta Api (DKA), nama perusahaan Kereta Api Indonesia saat itu.

“Saat itu Lokomotif D 301 59 didatangkan untuk melayani kereta api penumpang maupun kereta api barang di wilayah pulau Jawa,” jelasnya, Selasa (26/3).

Perihal kemampuan, Lokomotif tersebut dapat melaju hingga kecepatan 50 kilo meter per jam. Lokomotif bertenaga mesin diesel berdaya 340 HP. Dengan panjang badan 7.370 milimeter, lebar 2.700 milimeter, serta berat kosong 26,6 ton.

“Sejak tahun 2014, Lokomotif ini sudah dinyatakan tidak mampu beroperasi,” ujarnya.

Tak semua Lokomotif dipensiunkan. Beberapa unit yang masih berfungsi digunakan untuk keperluan dinas langsir di stasiun-stasiun besar di Pulau Jawa. Selain itu masih dioperasikan untuk Kereta Api Wisata di Museum KA Ambarawa, Jawa Tengah.

Baca Juga:  Kata-kata Syahrini dan Reino Barack Saat Sungkeman

Sementara keberadaan lokomotif yang lain hanya mangkrak seperti bangkai kendaraan umumnya yang ditempatkan di emplasemen Depo Lokomotif Semarang Poncol.

Monumen Lokomotif Didirikan di Semarang

Melihat kondisi itu, PT KAI lantas mengambil inisiatif untuk menjadikan Lokomotif D 301 59 sebagai monumen. Manfaatnya dapat menjadi pengingat, edukasi sejarah perkereta-apian di Indonesaia.

“Dijadikan sebagai monumen, sekaligus untuk mengenang perannya selama ini. Kita rawat bersama, sehingga masyarakat juga bisa tahu dan berperan,” ujarnya.

PT KAI (Persero) Monumen Lokomotif itu di Semarang. Letaknya di seberang Stasiun Tawang, atau di sisi Polder Tawang di wilayah Semarang Utara. Monumen ini diperindah dengan air mancur menari (dancing fountain).  Monumen akan terlihat oleh pengendara yang melintas. Melengkapi nuansa Kota Lama dengan keberadaan bangunan-bangunan heritage. Termasuk bangunan Stasiun Tawang.

Peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, serta Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Selasa (26/3) malam.

Pihaknya sengaja membuat Monumen Lokomotif  tersebut untuk menghias, mempercantik stasiun tua peninggalan Belanda, Stasiun Tawang Semarang. Sekaligus bisa memperkenalkan Semarang sebagai kota wisata.

Baca Juga:  Keindahan Ribuan Lampion Waisak Borobudur

“Alangkah baiknya bisa jadi monumen mengingat lokomotif buatan Fried Krupp, Jerman ini. Bayangkan pernah ada orang Belanda menemui saya. Dia minta satu Lokomotif di Ambarawa. Sementara di seluruh dunia sudah tidak ada. Kalau minta ya saya tidak boleh. Untuk apa monumen ini, untuk menjaga kelestarian cerita. Kita wariskan ke anak cucu bangsa,” terangnya.

Adapun, terang Edi, sejauh ini dua monumen yang dipajang di stasiun di Indonesia. Ada di Stasiun Tawang Semarang, serta monumen di Stasiun Yogyakarta. Selanjutnya Stasiun Poncol Semarang juga akan dibuatkan monument yang hampir sama.

Sementara Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi upaya dari PT KAI. Hal itu menjadi salah satu amunisi memperindah dan memberikan banyak cerita di Kawasan Kota Lama Semarang. Mengingat Stasiun Tawang masih satu lokasi di Kota Lama.

“Sudah bagus, tinggal melengkapkan nanti dengan revitalisasi Kota Lama yang masih dikerjakan saat ini. Tinggal sedikit-sedikit penataan, penanaaman pohon, lampu di sekitar Stasiun Tawang, juga pedestrian,” katanya.

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of