LPG Melon Dijual Diatas Harga Normal, Pertamina Tak Bisa Tindak Pengecer

0
Forum Group Discussion Pertamina MOR IV dan Disperindag Jateng. Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Saat berberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah masih menemukan beberapa pengecer yang menjual LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Padahal, pemerintah sudah menetapkan HET untuk tabung gas LPG 3 Kg, yaitu sebesar Rp15.500.

Kepala Bidang Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng, Mukti Sarjono mengimbau pengecer mematuhi peraturan yang ada. Selain itu, dia juga meminta pada pengusaha, khususnya restoran besar untuk tidak menggunakan LPG 3 Kg.

Dijelaskan, Peraturan presiden no.104 tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG 3 Kg menyebutkan bahwa LPG 3 Kg bersubsidi hanya diperuntukkan bagi rumah tangga miskin dan Usaha Mikro sedangkan utuk usaha kecil, menengah dan atas serta masyarakat mampu dapat menggunakan LPG non subsidi yang saat ini telah tersedia di pasaran yaitu Bright Gas dengan ukuran 5,5 dan 12 kg.

Baca Juga:  Menkeu: Generasi Muda Lebih Pilih Unicorn Dibanding Sektor Riil

Sementara itu, Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari mengatakan bahwa penyaluran LPG dengan tabung ukuran 3 Kg berwarna hijau merupakan barang bersubsidi yang pembiayaannya dibebankan kepada APBN negara Republik Indonesia.

“Dikarenakan produk bersubsidi, maka penyaluran, penggunaan dan pengawasannya merupakan tanggung jawab bersama. Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No 26 Tahun 2009 tentang penyaluran dan pendistribusian LPG, bahwa fungsi pengawasan Pertamina sebagai badan usaha yang ditunjuk untuk menyalurkan LPG bersubsidi adalah mulai dari SPPBE, Agen hingga Pangkalan. Artinya titik point terakhir pendistribusian adalah di pangkalan, bukan di pengecer,” kata Andar, Kamis (29/8).

Baca Juga:  Soal Laporan ke Bareskrim, Sudirman Said: Ini Serangan Fitnah Musiman

Dia menambahkan, Pertamina dan Hiswana Migas akan menindak tegas lembaga penyalur yang berada di bawah pengelolaan Pertamina yaitu Stasiun Pusat Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE), Agen dan Pangkalan LPG yang menyalahi aturan tersebut. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of