LPS Tutup 8 Bank di Jateng

0
LPS melikuidasi delapan 99 bank, 8 di antaranya berada di Jateng. Foto: Ade Lukmono/Semaranginside.com

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Sebanyak delapan bank di Jawa Tengah harus dilikuidasi oleh pemerintah karena praktik perbankan yang tidak sehat atau memiliki kinerja keuangan yang buruk. Dari delapan bank tersebut, semuanya merupakan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhammad Yusron menagatakan, secara nasional terdapat 99 bank yang dilikuidasi dan ditangani oleh LPS. Delapan bank di antaranya ada di Jateng dan akhirnya ditutup izinnya.

“Sejauh ini LPS sudah membayar klaim dengan lancar untuk penyelesaian sengketa. Namun masih beberapa simpanan nasabah yang tidak layak bayar karena suku bunga tinggi melebihi ketentuan LPS. Kami berharap masyarakat lebih cermat untuk memilih bank sebagai tempat penyimpanan uang maupun deposito,” terangnya, Selasa (17/9).

Sesuai dengan ketentuan LPS suku bunga bank maksimal adalah 6,75 persen untuk bank umum dan 9,25 persen untuk BPR. Untuk nasabah yang tidak masuk dalam kategori layak bayar, dikarenakan ada indikasi praktik perbankan yang tidak sehat baik dari karyawan ataupun pemegang saham.

“Penyebab klaim nasabah masuk dalam kategori tidak layak bayar LPS adalah karena bank mempunyai kredit macet. Selain itu juga karena data nasabah tidak masuk pembukuan bank,” imbuhnya.

Saat ini, simpanan nasabah bank yang ditutup yang sudah layak dibayarkan oleh LPS berjumlah sekitar Rp 1,4 triliun milik 250 ribu rekening nasabah di Indonesia. Masyarakat diimbau waspada dan tidak mudah terpikat menabung atau deposito hanya dengan iming-iming tinggiya bunga bank. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of