Mahasiswa Arsitektur Unika Belajar lewat Video Game

0
Mahasiswa Unika Soegijapranata menjalani kuliah dengan video game. Foto : unika.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Penutupan mata kuliah Teori dan Sejarah Arsitektur Timur dan Barat Klasik Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) Unika Soegijapranata dibuat berbeda. Acara tersebut diberi nama Sinau Bareng Napak Tilas Arsitektur Melalui Lintas Sejarah. Yang unik dalam event itu adalah bentuk penyajian dan media yang digunakan.

“Dalam kegiatan sinau bareng ini kita menggunakan platform video game sebagai sarana belajar para mahasiswa, kebetulan platform video game-nya adalah dari the serial Assassin’s Creed berbagai versi, yang memiliki kekhasan bahwa semua konten yang ada di dalam gametersebut itu adalah hampir 100 % real, mulai dari event sejarahnya, lokasi, dan bangunan-bangunan itu sangat detil sekali,” jelas dosen Prodi Arsitektur Unika Bonifacio Bayu S ST MSc dikutip dari situs resmi Unika Soegijapranata, Senin (24/6).

Baca Juga:  Unika Juara, Kampus Semarang Kuasai Basket Liga Mahasiswa

Bayu juga mengungkapkan, pada kegiatan itu pihaknya menggabungkan tiga kelas.

“Memang kita gabung menjadi satu supaya bisa menjadi evaluasi kita bersama dan memastikan bahwa semua kelas itu mendapatkan materi yang sama,“ imbuhnya yang mendampingi para mahasiswa bersama dosen yang lain Gustav Anandhita ST MT.

Lebih lanjut dia menjelaskan, cara pengambilan data dalam pembuatan game ini memang menggunakan teknologi yang sangat mendekati aslinya. Karena itu para mahasiswa diminta untuk memainkan game tersebut supaya bisa mempelajari perihal sejarah arsitektur timur dan barat klasik. Sebelumnya para mahasiswa sudah mendapatkan dari text book dan gambar secara visual dua dimensi maupun tiga dimensi secara animasi selama kuliah.

Dengan memainkan game tersebut, para mahasiswa juga mendapatkan feel-nya atau suasana masa lalu supaya bisa lebih meruang secara arsitektur.

Baca Juga:  Unika Soegijapranata Dukung PKK Kota Semarang

Salah seorang mahasiswa Theodorus Laksmana NH bersama kelompoknya mendapat bagian mempelajari arsitektur Mesir kuno.

“Dalam kegiatan ini per kelas dibagi dalam beberapa kelompok yang masing-masing mempelajari per periode sejarah antara lain seperti : Mesir kuno, Yunani, Romawi, Islamic dan Byzantine. Dan sebenarnya model belajar dengan menggunakan media game ini lebih menarik daripada belajar dengan menggunakan seminar, karena dengan game ini kita bisa interaksi dengan dunianya langsung,” ucap Theo.

Selain itu, menurutnya dengan belajar melalui game, para mahasiswa senang dan ingatan atau memori bermain game serta segala sesuatu yang muncul jadi mudah diingat. Para mahasiswa juga berkesempatan untuk melakukan interaksi melalui media game dan selanjutnya membuat sketsa sesuai perode sejarah yang dipelajari.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of