Mahasiswa Tolak Revisi UU KPK dan Ketua KPK Baru

0
Demo mahasiswa di depan Istana Merdeka. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Oleh: Ahmad ZR

Semaranginside.com, JakartaHimpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggaungkan perlawanan pada pemerintah. Alasannya, sejumlah keputusan yang diambil tak masuk akal dan melemahkan negara.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkumpul di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (23/9). Di antara tuntutan mereka adalah terkait revisi UU KPK dan pemukulan terhadap beberapa mahasiswa HMI beberapa waktu lalu di sekitar area KPK.

Mereka juga menolak Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK. Pantauan Indonesia Inside, mereka berkumpul sejak pukul 13.30 WIB. Dalam orasi mereka, mahasiswa mengkritik lemahnya penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi di negeri ini. Secara bergantian, orasi dilakukan oleh para koordinator lapangan.

Revisi UU KPK ini sangat melemahkan KPK,” kata salah satu orator.

Baca Juga:  Akhir Tahun Kota Lama Bakal Steril dari Kendaraan

Ia menyatakan bahwa KPK adalah ujung tanduk dari pemberantasan korupsi. Namun, dia menilai jika KPK dilemahkan, maka saja melestarikan budaya korupsi dan membuat tumpul penegakan hukum.

“Jika hari ini negara hukum tidak lagi memiliki suatu power, maka negara itu tidak lagi menjadi negara hukum,” katanya.

Tak lama berselang, datang salah satu mahasiswa HMI dan membawakan sebuah ban untuk dibakar. Selang satu menit, asap menjulang tinggi ke langit dan menyebabkan jalan menjadi macet.

Sembari membakar ban diiringi orasi, sebagian menyanyikan yel-yel dan mars HMI. Di sela orasi, orator menyatakan presiden Jokowi telah gagal dalam melakukan supervisi terhadap pemberantasan korupsi.

“Jokowi gagal, Jokowi gagal, Jokowi gagal. Hidup HMI, Yakusa (yakin usaha sampai),” teriak orator dan diikuti puluhan pendemo lainnya.

Baca Juga:  Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Indonesia Singkirkan Brazil dan Peru

Massa aksi membubarkan diri pukul 14.30 dan memadamkan kubangan api dengan beberapa botol air mineral. Berikut tiga tuntutan mereka dalam aksi di depan Istana Merdeka:

1. Menolak pengesahan RUU KPK dan Irjen Pol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK

2. Mendesak Joko widodo agar mengeluarkan Perppu terkait pembatalan RUU KPK dan tidak melantik Irjenpol Firli Bahuri sebagai Ketua KPK

3. Menuntut pertanggungjawaban dan sanksi tegas oknum kepolisian yang memukul 15 kader HMI didepan gedung KPK

4. Evalusi kinerja Kapolda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Selatan dan Kapolsek Setiabudi atas tindakan represif dan kesewenang-wenangan anggotanya terhadap kader HMI. (Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of