Mahasiswa Undip Buat Inovasi dari Limbah Tulang Ayam

0
Tiga mahasiswa Undip yang membuat inovasi dari limbah tulang ayam. Foto : undip.ac.id

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Mahasiswa Undip membuat inovasi dengan menciptakan pengemas jamu tradisional dari limbah tulang ayam. Pembuatannya dilakukan dengan mengkombinasikan limbah tersebut dengan sorghum sehingga menghasilkan edible film. Inovasi tersebut dilakukan oleh Pipit Riyanti, Setiya Rahayu, dan Kharisma Madda Ellyana dibawah bimbingan dosen Nor Basid Adiwibawa Prasetya MSi PhD dalam Program Kreativitas Mahasiswa.

Edible film merupakan lapisan tipis yang dapat dimakan yang dapat diaplikasikan sebagai pengemas jamu tradisional. Adanya pengemas yang dapat dimakan (edible film) akan mengurangi jumlah produksi sampah plastik terutama dalam industri pangan. Bahan yang digunakan yaitu limbah tulang ayam sebagai sumber kolagen dan sorghum sebagai sumber antioksidan.

“Kualitas edible film diuji dengan melihat struktur permukaan, kandungan edible film, kelarutan, dan sifat mekaniknya. Selain pembuatannya yang mudah, sumber bahan baku yang melimpah, edible film juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu menjaga kualitas produk jamu tradisional,” jelas Setiya dikutip dari situs resmi Undip, Kamis (20/6).

Baca Juga:  PSIS Jalani TC 10 Hari

Sementara rekannya, Pipit menyatakan, tulang ayam merupakan limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sejauh ini, pemanfaatannya masih terbatas untuk kosmetik dan bahan perekat kayu.

“Padahal produksi limbahnya sangat tinggi, mengingat bisnis kuliner sedang menjadi tren di kalangan pebisnis. Selain itu, tulang ayam juga mengandung protein yang di dalamnya terdapat kolagen. Kolagen apabila dipanaskan akan menghasilkan gelatin yang dapat digunakan sebagai penguat/perekat,” tambahnya.

Hasil penelitian menunjukkan semakin banyak sorghum yang ditambahkan akan membuat lapisan edible film menjadi kaku dan mudah patah sehingga akan lebih sulit larut dalam air. Sedangkan apabila kandungan tulang dan alginat semakin banyak, akan berakibat pada sifat fisik edible film yang lentur dan mudah larut dalam air, namun sangat higroskopis sehingga tidak bertahan lama. Diperlukan komposisi yang seimbang antara tulang ayam, sorghum, dan alginate agar edible film yang dihasilkan memiliki sifat fisik yang kuat, elastis, dan tahan lama.

Baca Juga:  Beragam Produk UMKM Hadir di Semarang Hitz Market

“Kami berharap penelitian ini dapat dikembangkan lebih luas ke aplikasi lain. Bahkan lebih dari sebagai pembungkus jamu tradisonal. Dengan begitu, diharapkan sampah plastik dapat direduksi secara efektif dan efisien sehingga membuat lingkungan tempat tinggal akan lebih nyaman dan sehat,” Nor Basid menambahkan.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of