Masih Terjadi Baku Tembak, Pasukan TNI/Polri Tak Akan Ditarik dari Papua

0
Ilustrasi

Oleh: Eko P

Semaranginside.com, Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memastikan pasukan TNI dan Polri tidak akan ditarik dari Papua. Alasannya sampai saat ini masih terjadi baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Titik baku tembak, salah satunya terjadi di Kampung Olen, Distrik Mabugi, Selasa (17/9), yang telah memakan korban jiwa dari warga sipil.

“Saya sudah katakan dari dulu, TNI/Polri tidak akan ditarik dari Papua. Karena, sekali ditarik, Papua bisa lepas,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Kamis (19/9).

Menurutnya, persoalan Papua seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik karena persoalan di Papua ini hanya karena persoalan kesejahteraan. “Jadi, kalau kita harus duduk bareng, mari kita duduk, dan pikirkan bagaimana menyelesaikannya. Jangan saling mengaitkan. Itu enggak baik,” ujarnya.

Baca Juga:  16 Parpol Ini Sepakat Pemilu Ulang di Sarmi Papua

Kontak senjata kembali terjadi antara aparat keamanan dan KSB di Kampung Olenki, Distrik Mabugi, Kabupaten Puncak, Papua, Selasa (17/9) sekitar pukul 15.00 WIT.

Bupati Puncak Willem Wandik, Rabu (18/9), menyampaikan ada warga sipil yang menjadi korban dalam insiden baku tembak itu. Wandik menyebutkan sebanyak tiga orang meninggal dan empat orang luka-luka.

Bupati mengatakan korban luka-luka sudah dievakuasi dan dirawat di RSUD Timika, sedangkan yang meninggal akan segera dimakamkan.

Masyarakat, kata dia, memang selalu menjadi tameng bagi anggota KSB karena biasanya kelompok tersebut bersembunyi dan bergabung di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, ia meminta aparat keamanan untuk melakukan pendekatan persuasif agar anggota KSB mau menyerahkan diri dan tidak lagi melakukan penyerangan terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.

Baca Juga:  Gubernur Papua Kecewa dengan Khofifah Santri Gus Dur

“Mari kita sama-sama menjaga agar tidak menjadi konflik yang nantinya menjadi konsumsi politik terhadap insiden yang terjadi di Puncak,” kata Wandik.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol CPL Eko Daryanto secara terpisah membenarkan terjadinya insiden tersebut, dan menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban masyarakat sipil.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, akan berkoordinasi dengan Kapolda Papua untuk membentuk tim guna melakukan investigasi terhadap insiden tersebut. Pangdam juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jalannya operasi pengejaran terhadap Kelompok Separatis Bersenjata OPM untuk menghindari jatuhnya korban di pihak masyarakat. (EP/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of