Makkah Banjir Adalah Hoax

0
Antrian kamar mandi saat menginap (mabit) di Mina, berlaku untuk siapa saja, tidak terkecuali Amirul Hajj Indonesia Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Kemenag

Oleh: Azhar AP

Semaranginside.com, Mina – Hujan deras mengguyur kawasan Mina, Makkah, pada Senin (12/8). Akibatnya, terjadi pemadaman listrik untuk mengantisipasi kemungkinan yang tak dikehendaki.

Dalam kondisi tersebut, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin yang berada di Makkah memastikan kondisi jamaah haji Indonesia aman. Dia menginstruksikan seluruh petugas haji bergerak untuk menjaga keamanan bagi ratusan ribu jamaah haji Indonesia yang berada di Mina.

Setelah peristiwa pemadaman listrik dan hujan kembali redah, sehari kemudian beredar isu hoaks. Berita hoaks itu menyebutkan Mina dalam kondisi buruk akibat banjir besar, Selasa (13/8). Faktanya, 100 persen meleset.

Beredar juga kabar telah terjadi hujan es di wilayah Makkah dan sekitarnya, termasuk Mina, Senin (12/8). Namun, hal ini dibantah oleh Kepala Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Makkah Subhan Cholid.

“Yang kami rasakan di Mina itu hujan air biasa saja seperti di Tanah Air. Tapi karena terjadi di Tanah Suci, kita bisa rasakan bedanya,” kata Subhan, Selasa (13/8), dilansir Kemenag.go.id.

Dari berbagai informasi yang dihimpun Indonesiainside.id, berikut fakta-fakta yang terjadi di Mina, bukan sebagaimana isu menyesatkan yang beredar di media sosial:

Baca Juga:  Ahad Putih di Gelora Bung Karno

Fakta pertama, semua jamaah dalam keadaan kondusif. Hujan deras pun terjadi sehari sebelumnya. Tidak ada banjir sebagaimana isu yang beredar di Tanah Air. Kabar hoaks ini juga dibantah Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tahid, Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym yang sedang menunaikan ibadah haji.

Fakta kedua, pada Selasa (13/8), Menag masih berada di Mina. Dia bahkan ikut antrean ke kamar mandi bersama jamaah haji lainnya. Saat antre, Menag harus menunggu hingga 25 menit untuk masuk bergantian ke kamar mandi. Saat itu, tidak terjadi hujan dan tidak ada banjir seperti diisukan.

Fakta ketiga, jamaah haji Indonesia sebagian besar sudah kembali ke pemondokan sejak pagi, Selasa (13/8). Lebih dari 120.000 jamaah haji Indonesia telah menyelesaikan nafar awal, yaitu melontar jumrah hingga 12 Zulhijah atau Selasa (13/8).

Fakta keempat, proses pelontaran jumrah di Jamarat khususnya bagi jamaah nafar awal berlangsung lancar dan aman. Tidak ada kondisi genting atau kegawatan dalam prosesi ini, Selasa (13/8).

Fakta kelima, hujan memang membuat sebagian karpet di tenda Mina basah, tetapi tidak membuat jamaah keluar dari tenda. Kejadian ini pun bukan pada hari Selasa, tapi Senin (12/8).

Baca Juga:  Gratiskan Sekolah, Ganjar Siapkan Rp 1 Triliun Lalu Sindir Jabar dan Jatim

Fakta keenam, saat hujan (Senin, 12/8), petugas memang mengimbau jamaah tetap ada di tenda untuk menghindari risiko penumpukan di wilayah Jamarat.

Fakta ketujuh, beberapa eskalator yang mengarah ke Jamarat memang dihentikan. Tapi tidak semuanya. Hanya satu atau dua eskalator dimatikan untuk menghindari korslet.

Fakta kedelapan, kabar telah terjadi banjir besar adalah hoaks karena kenyataan sesungguhnya hanyalah genangan air.

Fakta kesembilan dan ini yang penting. Kondisi cuaca di Makkah dan Mina pada Selasa (13/8) cerah.

Menag mengakui terjadi hujan deras dan pemadaman listrik pada Senin (12/8). Namun setelah redah hari itu, situasi di Mina kembali kondusif. Selain itu, pelayanan pada Klinik Kesehatan Haji Indonesia di Mina juga berlangsung normal. Tidak ada kepanikan seperti yang diisukan di Tanah Air.

“Kemarin, saya instruksikan kepada semua petugas untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dampak dari hujan. Alhamdulillah segalanya dapat diatasi dengan baik,” kata Menag, Selasa (13/8). (Aza/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of