Mapolda Jateng Siapkan Sel Terpisah untuk Pembom Pos Polisi Sukoharjo

0
Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel. Foto: Istimewa.

Oleh: Agus Susilo

Semaranginside.com, Semarang – Polda Jawa Tengah menyebut status Rofik Asharuddin (23), pelaku bom Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah sebagai tahanan. Pada tahapan pertama, Rofik menjalani masa tahanan selama 40 hari.

Kapolda Jawa Tengah, Irjen Rycko Amelza Dahniel menjelaskan dalam penempatan di sel tahanan, Rofik tak akan dicampur dengan tahanan lain. Saat ini ada 10 tahanan di Mapolda Jateng.

“Nanti akan kami pisah. Ada 10 tahanan lain. Sudah disiapkan sel pisah,” kata Rycko, Selasa (11/6).

Baca Juga:  Azan Berkumandang, Prabowo Hentikan Pidato Kampanye di Manado

Namun, saat ini pelaku belum ditempatkan di tahanan Mapolda Jateng lantaran masih menjalani pemeriksaan oleh Densus 88 antiteror. Setelah nantinya ditempatkan di Mapolda maka bisa dibesuk.

Rycko mengatakan salah satu fokus pemeriksaan yang didalami adalah pada siapa saja Rofik menyebarkan pemahamannya. Termasuk ia berkomuniksi dengan siapa saja.

‘’Mencari tahu sejauh mana dia biasa berhubungan sampai mau terima paham kekerasan dan kepada siapa dia berkomunkasi dan kepada siapa memperkenalkan paham itu,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Rofik Asharuddin berusaha meledakkan Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Senin 3 Juni 2019. Pelaku masih tercata sebagai warga Dusun Kranggan RT 001/RW 002, Wirogunan, Kartasura. Tempat tinggal Rofik berlokasi sekitar 500 meter dari Pospam Kartasura.

Baca Juga:  Sindir Aturan Baru PPDB, Netizen Minta Jomblo Segera Nikah Sebelum Diterapkan Zonasi

Ledakan terjadi namun tidak ada korban jiwa dan ia menderita luka-luka hingga akhirnya dirawat di RS Bhayangkara Semarang. Rofik menganggap dirinya sudah dibaiat oleh pimpinan ISIS, Abu Bakar Al Baghdadi lewat facebook pada akhir 2018. Sejak saat itulah ia merencanakan pengeboman. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of