Marah Saat Ditilang Bisa Jadi Gangguan Mental Serius

0
Kelakuan AS merusak motor. Foto: tangkapan video yang diunggah @seputartangsel

Oleh: Suandri Ansah |

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel: Kasus AS bukan hanya persoalan pelanggaran lalu lintas. Bisa jadi AS mengidap Intermittent Explosive Disorder (IED)

semaranginside.com, Jakarta — Seorang pemuda berinisial AS (21) mengamuk saat polisi menilangnya di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis (7/2) pagi. Dia membanting motornya ke tanah, melemparinya dengan batu, dan mempreteli spakbor motornya.

Menurut penjelasan polisi, AS ditilang karena tidak menggunakan helm, melawan arus, tak bisa menunjukkan STNK dan SIM. “Pelanggar ini tidak menggunakan helm karena dekat,” kata Kasat Lantas Polres Tangerang Selatan AKP Lalu Hedwin kepada wartawan, Kamis (7/2).

Peristiwa bermula saat AS (21) yang berboncengan dengan pacarnya melawan arah di Jalan Letnan Soetopo, Serpong, dari arah Santa Ursula menuju Intermark. Kemudian petugas yang diketahui bernama Bripka Oky yang sedang berjaga langsung memberhentikan laju AS.

Kelakuan AS ini viral dan menjadi perbincangan warga di dunia maya. Akun instagram @seputartangsel adalah akun yang salah satu meramaikannya. “Kejadian tadi pagi (Kamis 7/2-red) jam 07: 00 di deket pasar modern BSD seorang pemuda tidak memakai helm dia malah tidak terima ditilang, alhasil dia malah merusak motornya sendiri.” tulis akun itu.

Baca Juga:  Perang Dagang AS-China, Huawei Siapkan HongMeng OS

Tidak hanya merusak motor, AS juga membakar STNK motor yang diketahui milik pacarnya. Kelakuan AS membakar STNK bahkan menjadi salah satu topik populer di twitter.

“Kan tadi nanyanin STNK, nih STNK-nya nih,” kata AS sambil menyumet korek ke arah STNKnya. Terdengar juga dalam video itu seseorang berkomentar “Pembakaran STNK.”

“Kasus cowok yg banting motor, bakar STNK cukup bikin kita jd berfikir, sdh separah inikah orang” kita kehilangan kendali..!??” komentar netizen dengan akun @valencia_amara.

Gangguan Kontrol Impuls

Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel menjelaskan, kasus yang terjadi pada AS bukan hanya persoalan pelanggaran lalu lintas. Bisa jadi, kata dia, AS mengidap Intermittent Explosive Disorder (IED).

“Ini bukan hanya masalah pelanggaran UU Lalu Lintas. Di hadapan petugas saja, dia sampai tantrum seperti itu. Apalagi saat bergesekan dengan sesama pengguna jalan,” ujar Reza saat dihubungi Indonesiainiside.id, Jumat (8/2).

Mengutip Psychologytoday, IED termasuk dalam kategori gangguan kontrol impuls. Kondisi ini ditandai dengan kegagalan untuk menahan dorongan untuk melakukan tindakan yang mengakibatkan serangan serius, perusakan properti, atau agresi verbal yang sering dalam bentuk kemarahan.

Baca Juga:  Mengenang Perjalanan Karier Karl Lagerfeld di Industri Fashion Dunia

Perilaku ini termasuk mengancam atau benar-benar melukai orang lain dan dengan sengaja merusak atau merusak suatu objek bernilai.Tingkat agresivitas tergantung provokasi atau tekanan situasional yang dirasakan.

Contoh gangguan ini adalah pyromania (gangguan mental yang ditandai muncul dorongan kuat untuk sengaja menyulut api untuk meredakan ketegangan) dan kleptomania (mencuri).

Orang dengan gangguan kontrol impuls memiliki keterlibatan sangat dalam dengan objek yang jadi pelampiasan mereka, sehingga mereka mulai mengabaikan tanggung jawab dan hubungan.

Reza menyarankan agar SIM pelaku dibekukan sementara waktu. SIM bisa diaktifkan kembali setelah pelaku menjalani konseling pengendalian amarah. Sanksi model begini, katanya, perlu diterapkan sebagai pelengkap sanksi denda/tilang.

“Polantas juga perlu diperkenalkan dengan kondisi kejiwaan road rage tersebut. Tujuannya adalah, betapa pun tenangnya polantas, agar mereka waspada terhadap kemungkinan serangan fisik dari pengemudi,” kata Reza. (Kbb)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of