Masjid Agung Semarang, Masjid Satu-satunya yang Siarkan Proklamasi pada 17 Agustus 1945

0
Foto lama Majid Agung Semarang. Foto : masjidagungsemarang.weebly.com

Oleh : Nugroho

Semaranginside.com, Semarang – Masjid Agung Semarang memiliki peran besar dalam sejarah kemerdekaan negara ini. Masjid tersebut diketahui menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan Bangsa Indonesia secara terbuka, sesaat setelah diproklamirkan.

Situs resmi Masjid Agung Semarang menyebut, lebih kurang satu jam setelah Soekarno-Hatta membacakan teks proklamasi, salah seorang jemaah aktif di Masjid Agung Semarang melalui mimbar Jumat dan di hadapan jemaah mengumumkan hal tersebut. Sebagaimana diketahui, 17 Agustus 1945 memang jatuh pada Jumat dan teks proklamasi dibacakan pada sekitar pukul 10.00. Jemaah yang mengumuman proklamasi tersebut diketahui bernama Agus.

Setelah itu, pria yang disebut menyandang gelar dokter itu dikejar tentara Jepang dan melarikan diri ke Jakarta hingga wafat. Situs resmi Masjid Agung Semarang juga mengungkapkan, sebagai penghargaan atas peristiwa tersebut, pada 1952, Presiden RI pertama Soekarno menyempatkan diri hadir untuk melakukan sholat jumat dan berpidato di masjid ini.

Baca Juga:  Peran Pak Kasman dan Ki Bagus Dalam NKRI Bertauhid

Setelah Semarang menjadi Kota Praja, Masjid Agung Semarang yang sebelumnya menjadi urusan Bupati Semarang diserahkan kepada Wali Kota Semarang. Pada 1950, Wali Kota RM Hadi Soebeno Sosrowerdojo melakukan upaya pembangunan serambi guna menambah kapasitas tempat sholat.

Semasa pemerintahan Orde Baru, Masjid Agung Semarang telah berulang kali mengalami perbaikan dan penyempurnaan. Pada 1979-1980 masjid yang juga kerap disebut Masjid Kauman itu memperoleh dana bantuan presiden sebesar Rp 10 juta untuk perbaikan atap dan interior masjid. Kemudian bantuan dari Presiden diterima lagi pada 1987-1988 sebesar Rp 150 juta untuk biaya pemugaran total terhadap serambi Masjid.

Baca Juga:  Mengenal Sejarah Lahirnya Hari Pekerja Nasional

Wali Kota Imam Soeparto Tjakrajoeda pada 1982-1983 memprakarsai pembangunan menara (terbuat dari baja) berikut sound system dan sirine (pengganti bom udara) untuk tanda waktu imsak dan berbuka puasa di bulan Ramadhan. Pembiayaannya diperoleh dari kas APBD Kota Semarang.

Saat ini, masjid tersebut juga tengah dalam pemugaran.(nug)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of