Masjid, Tak Sekadar Tempat Ibadah

0
Seminar Moderasi Islam oleh LP2M UIN Walisongo Semarang. Foto: istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Walisongo Semarang menilai pentingnya fungsi Masjid sebagai pusat moderasi Islam. Menurut Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat, M Rikza Chamami, selain menjadi tempat dakwah dan pendidikan, masjid juga dapat jadi pusat moderasi Islam.

“Jadi sangat tidak tepat jika menjadikan Masjid sebagai tempat pertukaran paham radikal dan penebar kebencian,” tegas Rikza, Jumat (15/11).

Sementara itu, Direktur eLSA, Tedi Kholiluddin memaparkan, penguatan dan optimalisasi peran masjid, bisa menjadi salah satu upaya untuk menguatkan moderasi beragama. Langkah awalnya adalah melihat masjid tidak hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga institusi sosial. Selain fungsi ritual, masjid juga punya fungsi sosial dan arsitektural.

Baca Juga:  Aksi 24 September UIN Walisongo "Resmi Libur", Ini Tanggapan Rektorat

“Kita bisa melihat bagaimana indahnya bangunan-bangunan masjid. Seringkali ditemukan nuansa lokal dalam bangunan-bangunan masjid. Itu mencirikan bahwa ada kesadaran untuk mendialogkan antara Islam dengan budaya lokal. Ini sesungguhnya bagian pokok dari moderasi Islam,” ungkap Tedi.

Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Edimancoro, KH Muhammad Hanif menegaskan bahwa masjid secara fundamental mungkin akan tertuju pada fungsinya secara bahasa yaitu sebagai tempat sujud kepada Tuhan. Padahal dalam sejarahnya, fungsi Masjid yang dibangun oleh Nabi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembangunan peradaban Islam dimulai, mulai dari musyawarah sampai peradilan hukum.

Baca Juga:  Rektor UIN Walisongo Serahkan Sakinah Award

“Fungsi inilah sejatinya yang harus kita kembalikan ruh-nya. Akhir-akhir ini Pengembangan masjid masih sebatas perlombaan pembangunan fisik yang megah, bukan atas fungsi operasional yang Nabi saw lakukan. Ini yang menjadi tugas penting pada saat ini. Disinilah marwah masjid akan kembali sebagai pusat peradaban Islam,” kata Muhammad Hanif.

Ketika ruh fungsi masjid ini dihidupkan, lanjutnya, maka akan muncul kembali budaya musyawarah di Masjid, bahkan masjid dapat menjadi tempat diskusi dan tempat mediasi bagi Agama lain, sehingga dapat sejalan dengan fungsi masjid Nabawi di Madinah yang dibangun oleh Nabi di tengah masyarakat Madinah yang multi etnis dan multi agama.

(Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of