Masuk Dewan HAM PBB, Pengamat: Dunia Akan Objektif Soal Isu Papua

0
Wilayah Papua dan Papua Barat (ilustrasi). Foto: Istimewa

Oleh: Icheiko Ramadhanty

Semaranginside.com, Jakarta – Pengamat internasional, Tirta Mursitama, mengungkapkan pandangannya terkait terpilihnya Indonesia sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB periode 2020-2022. Menurut dia, capaian tersebut memperlihatkan bahwa reputasi Indonesia secara internasional sangat baik.

“Ini menandakan dunia mengakui dan memberikan kepercayaan kepada Indonesia untuk turut berkontribusi kembali menangani masalah-masalah HAM dunia,” katanya saat dihubungi Indonesiainside.id, kemarin.

Meski Indonesia sempat terkena tuduhan atas isu pelanggaran HAM di Papua pada Sidang Umum Tahunan PBB September lalu, hal itu ternyata tidak berpengaruh terhadap kampanye yang sedang dilakukan Indonesia di Dewan HAM. Ini terbukti dengan torehan suara paling banyak yang mengantarkan Indonesia duduk di kursi dewan internasional tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Siapkan Dana Otsus Papua Rp13 Triliun

Tirta mengatakan, justru dengan posisi itu, Indonesia dapat asertif menyampaikan posisi kedaulatannya, terutama terkait Papua dan Papua Barat. “Dengan demikian dunia dapat melihat lebih objektif tentang peristiwa yang terjadi termasuk sebab dari peristiwa itu,” jelas Tirta.

Dia menduga, meski telah menjadi anggota Dewan HAM PBB, Indonesia masih akan mendapatkan kritik atau kecaman. Tetapi kritik dan kecaman itu harus dilihat sebagai sebuah ujian diplomasi yang mau tidak mau harus dihadapi Indonesia. “Saya melihat ini sebagai kesempatan bagi diplomat Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga:  Empat Warga Australia ‘Diusir’ dari Papua

Di sisi lain, Tirta menyarankan agar Indonesia menunjukkan komitmen dan keseriusannya menyelesaikan kasus-kasus HAM yang masih terjadi di dalam negeri. “Jadi, selain menjadi kesempatan untuk meningkatkan diplomasi HAM di tingkat global, keanggotaan Indonesia di Dewan HAM ini bisa memperkuat komitmen dan praktik penegakkan HAM di Tanah Air,” ungkapnya.

PBB telah melakukan voting tertutup untuk memilih 4 dari 5 negara dari Asia-Pasific untuk mengisi kursi Dewan HAM pada 17 Oktober lalu. Indonesia bersaing dengan Jepang, Korea Selatan, Irak, dan Kepulauan Marshall. Hasilnya Indonesia memperoleh suara terbanyak yaitu 174 suara dari 193 negara anggota PBB.

(AIJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of