Masuk Masjid Pakai Sepatu, Empat Polisi Minta Maaf

0
Oknum polisi yang masuk Masjid Syuhada 45 dengan menggunakan sepatu minta maaf. Foto: Istimewa

Oleh: Andi Amriani

Semaranginside.com, Makassar – Empat polisi pengejar demonstran yang masuk masjid masih menggunakan sepatu lars minta maaf. Sebelumnya, tindakan itu sempat menuai kecaman.

Disengaja atau tidak, tindakan itu melukai umat Islam secara umum karena masjid adalah tempat suci. Siapa pun seharusnya tetap menghormati kesucian masjid sebagai rumah ibadah. Tak terkecuali rumah ibadah umat lain.

Awalnya, pihak kepolisian mengelak kejadian itu terjadi di Makassar setelah video pengejaran oknum polisi dalam masjid viral di media sosial. Bukan pengejarannya yang dikecam warga, namun adab dan tata krama masuk masjid dilanggar dengan menggunakan sepatu. Padahal warga yang melihat sudah mengingatkan.

Baca Juga:  Polisi Tembak Polisi, Satu Tewas

Setelah dipastikan kejadian itu benar berlokasi di Makassar, barulah pihak Polda mengklarifikasi bantahannya dan menjadi meminta maaf secara institusi. Namun, itu belum cukup. Warga terus mengecam tindakan itu.

Agar tidak berlarut-larut, Kasat Binmas Polrestabes Makassar AKBP Azhan mendampingi empat polisi menemui Imam Masjid Syuhada 45, Rusman. Masjid itu berada di dekat kantor Pengadilan Tinggi Sulsel.

Di hadapan Imam Masjid, Azhan menyampaikan permohonan maaf anggotanya yang tidak secara sengaja masuk ke dalam masjid memakai sepatu dan menginjak-injak karpet tempat ibadah.

Baca Juga:  Curi Kayu Peninggalan Belanda, 3 Ditangkap dan 1 DPO

Dia beralasan, rekannya kelelahan setelah seharian mengamankan aksi. “Tapi apa pun kondisinya, mereka salah dan kami minta maaf,” katanya, Rabu (25/9), saat menemui imam dan pengurus masjid Syuhada.

Imam masjid yang ditemui tidak banyak bicara. Dia menerima permintaan maaf oknum polisi tersebut.

Terpisah, Humas MUI Sulsel Waspada Santing mengatakan, tugas aparat kepolisian memang melakukan penanganan setiap aksi. Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan cara manusiawi dan mengedepankan cita-cita serta rasa moralitas sebagai pengayom masyarakat.

“Saya juga mengimbau agar aparat kepolisian menghindari penanganan yang dapat memprovokasi mahasiswa,” ucapnya. (Ani/Aza/INI Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of