Mau Masuk Surga? Jagalah Lisan

0
Ilustrasi menjaga lisan. Foto: Istimewa

Oleh: Herry M Joesoef

Semaranginside.com, Jakarta – Ada hadits yang cukup singkat, padat, dan sarat dengan makna. Hadits tersebut lengkapnya berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ.

رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Imam Bukhari  dan Muslim).

Inilah adab yang diajarkan Islam kepada umat manusia. Berkata  baik, memuliakan tetangga dan para tamunya.  Seseorang akan bisa memuliakan tetangga dan tamunya jika ia mampu mengontrol ucapannya. Karena itu, bab lisan dalam hadits ini menjadi fondasi agar seseorang bisa memuliakan tetangga dan para tamunya. Lisan yang baik menjadi syarat utamanya. Jika tidak mampu berkata yang baik, maka hendaknya menahan diri dan diam.

Baca Juga:  Keistimewaan di Waktu Subuh, Tunaikan Yuk....

Bagi mereka yang mampu menjaga lisannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, menjamin surga untuknya. Dinarasikan oleh  Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Siapa yang menjamin (menjaga) di antara dua janggutnya (lisannya) dan di antara dua kakinya (kemaluannya), maka aku akan jaminkan baginya surga.” (HR. Imam Bukhari)

Yang pertama menjaga lisan, yang kedua mampu menjaga alat fitalnya agar tidak digunakan untuk melakukan hal-hal yang diharamkan oleh agama. Hadits ini cukup tandas dalam memberikan arahan kepada umat manusia.

Baca Juga:  Menjenguk Orang Sakit Berpahala Surga

Abu Hurairah menarasikan, bahwa ada orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“Wahai Rasulullah, si fulanah sering melaksanakan shalat di tengah malam dan berpuasa di siang hari. Dia juga berbuat baik dan bersedekah, tetapi lidahnya sering mengganggu tetangganya.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Tidak ada kebaikan di dalam dirinya dan dia menjadi penduduk neraka.”

Seorang sahabat bertanya, “Ada wanita lain. Dia (hanya) melakukan shalat fardhu dan bersedekah dengan gandum, tetapi ia tidak mengganggu tetangganya, bagaimana itu?”

Dengan singkat namun jelas, beliau menjawab, “Dia adalah dari penduduk surga.” (HR. Imam Bukhari dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jadi, mau masuk surga? Jagalah lisan. (HMJ/INI-Network)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of