Mbah Moen: UIN Walisongo Tetap Jaga Islam Klasik dan Moderat

0
UIN Walisongo. Foto: Istimewa

Oleh: Ade Lukmono

Semaranginside.com, Semarang – Meninggalnya KH Maimoen Zubair di Makkah ketika menjalani prosesi ibadah haji menimbulkan kesedihan mendalam bagi kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisonggo Semarang. Hal ini dikarenakan model pendidikan Mbah Maimoen menjadi rujukan UIN Walisongo dalam mengembangkan Islam sesuai dengan keadaan zaman.

Rektor UIN Walisongo, Imam Taufiq menilai Mbah Maimoen merupakan ulama kharismatik yang menjadi rujukan semua elemen bangsa Indonesia dan dunia dalam hal agama dan kebangsaan. UIN Walisongo merasa kehilangan poros bumi yang menjadi tiang keagamaan dan ke Indonesiaan.

Baca Juga:  Gempa Susulan, 26 Rumah Rusak

Mbah Maimoen sempat berpesan di Ramadan pada UIN Walisongo agar tetap teguh mempertahankan UIN sebagai rujukan kajian Islam ala pesantren yang berkarakter dan menjadi benteng moderasi Islam.

“Mbah Maimoen berpesan pada kami bahwa kampus UIN Walisongo agar mempertahankan kajian Islam klasik dan menjaga Islam yang moderat,” Imam, Selasa (6/8).

UIN Walisongo sebagai kampus yang berbasis riset sangat mengapresiasi dan merasakan model dakwah Mbah Maimoen. Beliau jadi tauladan bangsa Indonesia dalam menjadikan negara Pancasila yang diaplikasikan dalam berbagai kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Tommy Minta Fokuskan Dana Desa Untuk Pertanian

“Dakwah model Mbah Maimoen sangat menyentuh hingga basis masyarakat bawah karena menggunakan bahasa khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan manapun, bahkan tingkat elit beliau dapat memberikan pencerahan dalam merajut bangsa Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun,” jelasnya. (Ags)

Berikan Komentar

avatar
  Subscribe  
Notify of